Senin, 22 Jan 2018
radarjogja
Jogja Utama
Dakapan Hangat Itu Jadi Kenangan Terakhir Darinya

Adhitya Rela Pertaruhkan Nyawa demi Istri dan Buah Hati

Senin, 03 Apr 2017 14:43

Adhitya Rela Pertaruhkan Nyawa demi Istri dan Buah Hati

()

Kisah cinta dan pengorbanan seorang suami, sekaligus ayah dari balita berumur 2 tahun terekam dalam kecelakaan maut di Pok Cucak, Bedoyo, Ponjong, Gunungkidul kemarin (3/4). Berikut kisahnya.

GUNAWAN, Gunungkidul

ADHITYA Vido Swastana,22, mempersunting Endayane,33, dan memiliki buah hati yang diberi nama Fiendra Aditya, 2. Minggu (1/4) malam, sekitar pukul 00.00, ketiganya ikut rombongan wisata Kampung Kaliwungu, Kudus, Jawa Tengah ke Gunungkidul.

Malam itu, keluarga kecil ini duduk berjajar tepat di belakang kursi sopir. Bayi Fiendra duduk di pangkuan ibunya. Dingin angin malam menjadikan suasana dalam kendaraan Izusu Elf yang dikemudikan Kiswoyo,38, terasa berbeda. Sepanjang perjalanan, Fiendra kerap terbangun dan minta air susu ibu (ASI).

Kendaraan terus melaju menembus kegelapan Bumi Handayani. Tak terasa kendaraan yang ditumpangi mereka telah melintasi jalan berliku-liku berbalut dinding tebing. Saat itu Adhitya dan Enda terjaga dan sempat berbincang-bincang dengan Kiswoyo. Sang sopir mengaku sudah sering bolak-balik ke Gunungkidul.

Namun, rasa khawatir sekilas menggelayuti pikiran Enda. Ibu muda itu pun mengerutkan dahi setelah mendengar pernyataan Kiswoyo yang mengaku lupa jalur ke arah Pantai Indrayanti di wilayah Tepus. Menuju ke situ, kendaraan seharusnya melewati Wonosari. Namun malah nyasar ke jalur lain. “Kemudian sopir putar balik,” kata Enda ditemui di RS Pelita Husada Semanu kemarin (2/4).

Kendaraan kembali merayap di tengah gelapnya kabut tebal. Waktu itu, kata Enda, lanju kendaraan tidak terlalu kencang. Namun, kepanikan mulai menyelimuti perasaannya saat laju kendaraan tiba-tiba bertambah kencang. Terasa seperti meluncur di jalan menurun. Laju kendaraan pun menjadi tidak terkendali.

Dalam situsi seperti ini, sang suami, Adhitya Vido bergerak cepat mendekap tubuh Enda dan buah hatinya. “Brak” terasa benturan keras yang menyebabkan tubuh mereka terpelanting bersamaan. Selanjutnya dia tak ingat lagi. “Saya kemudian mencoba keluar dari mobil. Saya juga melihat yang lain juga berusaha keluar,” ucapnya.

Begitu sadar, dia sudah berada di RS Pelita Husada. Tatapan matanya terlihat kosong. Anaknya dengan wajah diperban didekap erat-erat. Sesekali bagian muka buah hati diusap perlahan dengan tangan kanan.

“Korbannya (meninggal dunia) ada berapa mas? Ada empat ya, siapa saja? Suami saya namanya Adhitya,” kata Endayane pada Radar Jogja.

Tak mendapat jawaban pasti, Enda makin penasaran. Terlebih saat keluarganya datang menjenguk sengaja bungkam ketika dicecar pertanyaan seputar korban meninggal dan kondisi Adhitya.

Ternyata Adhitya Vido telah tiada. Hangatnya dekapan suami tercinta saat detik-detik kecelakaan menjadi kenangan terakhirnya bersama sang buah hati. Itulah takdir. Tak siapapun menyangka rencana liburan keluarga justru berakhir dengan petaka.(ong)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia