Senin, 22 Jan 2018
radarjogja
Jogja Utama

Brak!!! Pohon Tumbang Timpa Tiga Rumah

Senin, 27 Mar 2017 09:12

Brak!!! Pohon Tumbang Timpa Tiga Rumah

ROBOH: Warga Clapar 2, Hargowilis, Kokap, Kulonprogo bergotong royong mengevakuasi rumah Welas yang tertimpa tanah longsor. (HENDRI UTOMO/JAWA POS RADAR JOGJA)

JOGJA – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda sebagian wilayah DIJ, Sabtu (25/3) -Minggu (26/3) mengakibatkan banjir dan tanah longsor di beberapa lokasi. Di Kolonprogo puluhan rumah di Kecamatan Panjatan terendam air luapan Sungai Gunsheiro. Sementara di Kecamatan Kokap beberapa rumah warga rusak tertimbun tanah longsor. Sedangkan di Galur, Samigaluh, dan Pengasih tiga rumah warga rusak akibat tertimpa pohon tumbang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo Gusdi Hartono mencatat, rumah rusak di Kecamatan Galur dialami Tumiyanto, warga Padukuhan I, Brosot. Sedangkan pohon tumbang di Kebonharjo, Samigaluh menimpa atap rumah Supardi. Rumah rusak akibat tertimpa pohon juga dialami Gumari, warga Padukuhan Blubuk, Sendangsari, Pengasih. Di Padukuhan Kalisoka, Margosari, Pengasih, pohon tumbang menimpa tiang listrik, sehingga mengakibatkan jaringan padam beberapa jam.

Lain lokasi, beda pula dampak akibat hujan deras kali ini. Rumah Welas di Dusun Clapar 2, Hargowilis, Kokap juga mengalami kerusakan cukup parah akibat tanah longsor. ”Tak ada korban jiwa atas semua musibah ini. Untuk sementara telah dilakukan assessment oleh tim BPBD dibantu relawan dan warga setempat,” katanya kemarin (26/3).

Sementara itu, banjir di Kecamatan Panjatan menggenangi permukiman warga yang kebanjiran tersebar di Padukuhan VII dan X, Desa Cerme; Padukuhan I,II, dan III Tayuban; Padukuhan I dan II Gotakan; serta Padukuhan III dan IV Bugel. ”Jumlahnya rinciannya masih kami data,” ungkap Camat Panjatan Sudarmanto. Meski tak separah banjir- banjir sebelumnya, ketinggian air kemarin mencapai 50 sentimeter. Bahkan, air masuk ke dalam rumah warga hingga 5 sentimeter. ”Sementara belum ada yang mengungsi. Tapi warga kami minta tetap waspada,” lanjutnya.

Deasy Wulandari, salah seorang warga, mengaku sudah hafal dengan kondisi di wilayahnya yang memang langganan banjir. Menurutnya air yang meluap ke permukiman warga dan area persawahan merupakan banjir kiriman dari Wates. ”Biasanya ketinggian banjir surut tak lama seiring turunnya intensitas hujan,” ucap Deasy. Melihat banyaknya bencana akibat cuaca ekstrem, Kulonprogo masih ditetapkan sebagai daerah siaga darurat bencana hingga 20 April.

Di wilayah Kabupaten Sleman, tanah longsor menyebabkan talud Sungai Buntung Fusun di Padukuhan Joho, Condongcatur, Depok, ambrol. Material longsor menutup aliran sungai sehingga air meluap ke permukaan tanah dan masuk rumah warga di RT 04/RW 58, Dusun Kolombo. Tanah longsor juga terjadi di Dusun Prayan Wetan, RT 06/ RW 35, Condongcatur. Material longsor dari tebing setinggi 10 meter dan lebar 15 meter menimpa rumah Susi,46. Akibatnya, tembok dua kamar jebol seluas 9,3 x 2,5 meter persegi.

Musibah tersebut memaksa enam penghuni rumah mengungsi sementara di rumah saudara mereka. Evakuasi longsoran langsung dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat dan relawan. Fokusnya adalah perbaikan aliran sungai agar lancar kembali. ”Material longsor di Sungai Buntung sudah dibersihkan. Sementara evakuasi rumah (Susi) direncanakan besok pagi (hari ini),” jelas Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan. Pada bagian lain, Plh Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto menyatakan, hujan deras yang mengguyur wilayah Bumi Projotamansari berdampak kerusakan di 17 lokasi. Antara lain, di Kecamatan Banguntapan, Pleret, Pandak, Kasihan, Sewon, Bantul, dan Pajangan.

Kerusakan infrastruktur cukup variatif. Di Dusun Kedung, Guwasari, Pajangan, misalnya. Pagar tembok sebuah SMA roboh. Lalu, di Dusun Iroyudan talud bantaran Sungai Bedog ambrol lantaran tergerus derasnya aliran sungai. ”Talud ambrol mengancam tiga rumah warga. Sedangkan di Pleret dan Pandak beberapa rumah rusak akibat tertimpa pohon tumbang,” paparnya.

Hasil pengamatan cuaca di Stasiun Klimatologi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIJ menunjukkan adanya peningkatan intensitas hujan hingga beberapa hari ke depan. Intensitas hujan Sabtu (25/3) tercatat 63 mm/hari (kategori lebat). Sedangkan kecepatan angin maksimal mencapai 15 knot (27 km/ jam), termasuk kategori sedang. ”Potensi hujan lebat dan petir masih akan terjadi. Itu ditandai dengan munculnya awan CB ( cumulonimbus),” jelas Koordinator Operasional, Kantor Klimatologi, BMKG DIJ Joko Budiyono kemarin.

Dikatakan, awan CB terbentuk oleh faktor konvergensi (pertemuan angin). CB tersebut termasuk jenis awan rendah berbentuk vertikal yang tingginya bisa mencapai di atas 10 ribu meter. Puncak awan ini bersuhu minus dan berbentuk kristalkristal es. Sedangkan bagian bawahnya berupa titik-titik air. Adanya perbedaan partikel di bagian atas dan bawah itulah yang menyebabkan terjadinya loncatan muatan listrik berbentuk petir. ”Ini yang harus diwaspadai masyarakat. Petir itu mengandung listrik. Maka berhati-hatilah,” kata Joko mengingatkan.

Jika terjadi petir, lanjut Joko, warga diimbau menghindari tanah lapang atau berteduh di bawah pohon. Saat berkendara, lebih baik berteduh di bawah bangunan rumah. ”Guna menghindari perabotan rumah, matikan alat-alat elektronik saat hujan petir,” pintanya. (tom/ dwi/zam/dya/yog/ga)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia