Senin, 22 Jan 2018
radarjogja
Jogja Utama

Datang ke Lokasi, Langsung Disiksa Senior Mapala UII

Selasa, 14 Mar 2017 12:00

Datang ke Lokasi, Langsung Disiksa Senior Mapala UII

(RADAR JOGJA)

RUDI HARTONO/RADAR SOLO/JPG
DIANIAYA: Salah satu adegan dalam rekonstruksi. Tersangka Yudi (yang diperagakan oleh petugas) melakukan penganiayaan terhadap korban Fadli dalam kegiatan Diksar Mapala UII di Tlogodringo, Gondosuli, Tawangmangu, Karanganyar, kemarin (13/3).


*55 Adegan Diperagakan di Lembah Penganiayaan 
TAWANGMANGU – Reka ulang (rekontruksi) peristiwa meninggalnya tiga mahasiswa UII dalam pendidikan dasar (diksar) di Telogodringo, Gondosuli, Karanganyar dilakukan kemarin (13/3). 

Rekonstruksi dimulai dari adegan kedatangan para peserta di Tlogodringo pada Sabtu (14/1) silam dan selanjutnya berbaur dengan warga. Kemudian mereka berkumpul di lapangan yang telah ditunjuk oleh panitia kegiatan. 

Di lapangan itulah, terlihat jelas, para peserta mulai mendapatkan penganiayaan yang dilakukan oleh panitia operasional dan dua tersangka yakni Angga Septiawan, 27, dan Muhammad Wahyudi, 25, yang saat itu tidak hadir dan digantikan oleh petugas dari tim penyidik. 

Setelah para peserta berkumpul, salah satu koordinator operasional yakni Andre Tohir mengatakan kepada peserta ”Selamat datang di lembah penyiksaan, di sini hak kalian kami cabut”. Kemudian dengan kalimat ”Pasal 1 operasional tidak pernah salah, jika operasional salah kembali ke pasal 1.” 

Pasca keluar kalimat tersebut, kemudian semua operasional langsung mengeroyok para peserta. Dalam pengeroyokan tersebut, beberapa operasional terdengar mengatakan ”Mati Kau”.  

Tak cukup sampai di situ, usai dikeroyok oleh tim operasional. Para peserta disuruh untuk jongkok dan merayap. 
Saat merayap itulah korban Muhammad Fadli mendapatkan penganiayaan dari tersangka Angga. Karena saat ditanya apakah masih kuat, Fadhli mengaku tidak kuat dan ingin mengundurkan diri. 

Mengetahui jawaban dari Fadli, Angga selanjutnya melepas slayer yang dipakai Fadli. Kemudian dengan posisi berdiri dan saling berhadapan, tersangka Angga menampar wajah dan memukul Fadli pada bagian perut. 

Penganiayaan terus berlangsung saat menuju ke Flaying Camp. Wahyudi atau Yudi juga melakukan penganiayaan dengan menendang dada salah satu peserta yakni Kevin hingga tersungkur. 

Karena saat itu dirasa lamban dalam membuat flying camp, kemudian Yudi kembali melakukan penganiayaan terhadap peserta yakni dengan cara menampar para peserta. 

Keganasan para tersangka pun kembali terlihat saat pelaksanaan materi survival dan mountaineering dalam diksar. Fadli yang saat itu lemas, kemudian langsung ditarik keluar oleh para tersangka dengan cara diseret. Hingga meninggal dunia, disusul oleh korban lain yakni, Syaits Asyam dan Ilham Nurfadmi Listia Adi, yang meninggal diduga kuat karena keganasan proses diksar. 

Wakapolres Karanganyar Kompol Prawoko mengungkapkan, dalam proses reka ulang tersebut diikuti sedikitnya 50 orang. Di antaranya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Karanganyar, dan sejumlah tim dari Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK), tim pencari fakta (TPF) internal dari UII serta 34 peserta. 

”Total ada 55 adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi. Itu sesuai dengan hasil penyidikan yang kami lakukan. Nantinya JPU bakal mempelajarinya kembali. Untuk nantinya diproses sidang,” kata Prawoko.

Menurutnya, dari 55 adegan yang diperagakan, dua tersangka Angga dan Yudi mendominasi aksi kekerasan terhadap para korban. Hampir semua tindakan yang dilakukan oleh dua tersangka mengarah pada penganiayaan. 

Saat ditanya adanya kekerasan yang dilakukan oleh panitia operasional terhadap peserta, dia belum melakukan proses pemeriksaan tersebut. Lantaran penyidik fokus terhadap dua tersangka yang saat ini masih menjalani tahanan di Polres Karanganyar. 

”Memang ada beberapa yang dilakukan oleh panitia opersional, tapi itu hanya pelengkap dalam rekonstruksi dan masih kami dalami,” jelasnya.(rud/ila/ong)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia