Senin, 22 Jan 2018
radarjogja
Magelang

Antre Air di Masjid, Enam Bulan PDAM Crat-crit

Rabu, 08 Mar 2017 11:11

Antre Air di Masjid, Enam Bulan PDAM Crat-crit

MENUNGGU : Warga Magersari Kota Magelang sedang antre air di masjid (Adydaya/RADAR JOGJA)

RADARJOGJA.CO.ID-Macetnya distribusi air PDAM di Kelurahan Magersari, Kota Magelang, masih dirasakan sejumlah warga. Warga pun harus mengambil air bersih dari masjid sekitar untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Di salah satu lorong gang Kelurahan Magersari, terlihat beberapa warga antre.  Mereka rela menunggu di depan keran air Masjid Khusnul Khotimah. Sejumlah ember pun berjajar di bawah aliran air keran.

“Saya hampir setiap hari mangambil air dari pukul 06.00-08.00. Ini untuk kebutuhan mandi, masak, minum dan lainnya,” kata salah seorang warga RT 06 RW 04 Kelurahan Magersari Yulaika, 36 tahun.

Ia terpaksa mengambil air di masjid karena aliran air di wilayahnya tidak lancar. Aliran airnya sangat kecil, bahkan pada waktu-waktu tertentu mati.  Padahal  setiap harinya keluarganya membutuhkan air bersih untuk berbagai kebutuhan.

“Terpaksa saya harus mengambil air di masjid. Sehari bisa wira-wiri mengambil sekitar 20 ember. Kalau habis, ya ambil lagi,” tuturnya.

Jarak rumah Yulaika dengan lokasi mengambil air cukup jauh, sekitar 100 meter. Ia terpaksa harus bolak-balik mengambil air bersih demi kepentingan keluarga.

“Air tidak lancar sejak enam bulan silam,” ujarnya.

Warga lainnya, Gunarsih, juga mengaku ia harus mengambil air bersih dari masjid. Terpaksa ia lakukan karena hampir tidak ada air bersih yang bisa diambil.  Warga rela antre berjam-jam untuk mendapatkan air bersih.

“Di tempat saya, air tidak lancar sejak  dua bulan lalu,” ungkapnya.

Awalnya air di sekitar Magersari mengalir lancar. Namun tiba-tiba mampet dan tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Saat ini,  air hanya bisa mengalir sangat kecil.

“Saya juga ambil air di Masjid Khusnul Khotimah. Sehari bisa tiga ember lebih. Di masjid air masih mengalir karena menggunakan sumur bor,” jelasnya.

Warga lainnya Dwi Sukesti, 32, RT 07 RW 04 Kelurahan Magersari sangat berharap air bersih bisa lancar seperti dulu. Beberapa kali mengambil air bersih, badannya terasa pegal-pegal. Apalagi ia juga masih mengurusi anaknya yang balita.

“Yang terpenting saat ini airnya bisa mengalir lancar setiap hari. Karena warga juga setiap bulan membayar tagihan dengan tertib. Kalau seperti ini kan istilahnya membayar dengan gaji buta,” tegas Dwi.

Kasubag Produksi dan Distribusi PDAM Kota Magelang Daru Santoso mengakui adanya aliran air yang tidak lancar. Hal ini karena ada pompa air yang tidak berfungsi maksimal. Kondisi pompa air itu berada di sekitar Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang.

“Total pompa di sana ada 13 buah dan yang rusak empat pompa. Di antara pompa ini ada yang sudah dipakai selama 20 tahun,” katanya.

Dampak pompa rusak ini, kawasan sekitar Magersari, Malangan, Paten, terkena imbasnya. Daru mengaku tetap berusaha agar air yang mengalir ke pelanggan bisa lancar.

Persoalan yang ada, tengah dicarikan solusinya agar distribusi air tidak bermasalah. Beberapa cara yang ditempuh yaitu dengan upaya pengiriman air menggunakan tangki dan pencarian kebocoran air.

“Kami  terus usahakan agar aliran air kembali lancar. Target akhir Maret bisa kembali normal,” tandasnys. (ady/dem/ong)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia