Senin, 22 Jan 2018
radarjogja
Magelang

Jadi Kampung IT, Siswa SD-SMP Dikenalkan Robotika

Rabu, 08 Mar 2017 11:08

Jadi Kampung IT, Siswa SD-SMP Dikenalkan Robotika

(Adydaya/RADAR JOGJA)

RADARJOGJA.CO.ID-Kawasan Perum Depkes, Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, dirintis untuk dijadikan Kampung Informasi Teknologi (IT). Khususnya di sekitar Blok A4, upaya itu perlahan mulai berjalan. Siswa-siswi SD hingga SMP dikumpulkan dan dikenalkan dengan robotika.

Dalam pengenalan dan pelatihan perdana ini, sekitar 35 anak hadir. Mereka berasal dari lingkungan Perum Depkes, mulai Blok A hingga Blok D. Termasuk di antaranya beberapa anak dari Pakelan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, dan juga Cacaban Kota Magelang.

“Saat ini kami kenalkan mobil-mobilan yang bisa berjalan sendiri bila terkena cahaya. Bahan-bahan material dari kami,” ujar salah seorang penggagas Kampung IT Evi Dwi Hastutik.

Anak-anak diajarkan merangkai, lalu mereka praktik sendiri. Ke depan untuk pertemuan berikutnya akan disampaikan dengan materi yang berbeda. Dengan adanya kegiatan ini, dapat mengenalkan dan menggunakan teknologi untuk hal positif, bisa bermanfaat dan memacu daya kreativitas anak.

“Kalau tidak dimanfaatkan dengan benar, bisa jadi keberadaan teknologi digunakan untuk kegiatan negative,” katanya.

Pada pertemuan itu, ia mencoba memberikan pengenalan pada penggunaan teknologi untuk kegiatan positif. Kegiatan ini secara tidak langsung dinilai akan mendongkrak kreativitas mereka.

“Ini akan berlanjut. Kami upayakan sebulan dua kali. Harinya Minggu, waktu libur sekolah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, peserta yang masih punya alat mainan bekas diminta untuk membawanya pada pertemuan selanjutnya. Misalnya seperti roda mobil-mobilan, robot-robotan, dan lain sebaginya.

Suami Evi, Tris Prayogo Muslim, yang juga penggagas Kampung IT menjelaskan, robotik adalah sistem yang bisa berjalan, bergerak, atau berubah secara otomatis. Mungkin di dalam benak sebagian orang, robotik itu adalah robot. Padahal, ini jelas berbeda. Robotik itu lebih pada ke sistem otomatis.

“Jam digital di masjid-masjid itu misalnya, yang bisa berbunyi saat jadwal salat. Itu juga menggunakan sistem robotic,” jelasnya.

Menurutnya, terkait Kampung IT bukanlah mengubah nama lingkungan perumahan menjadi Kampung IT. Tetapi lebih ke arah perkumpulan atau komunitas. Ke depan diharap bisa membawa manfaat ke masyarakat. Untuk usianya tidak dibatasi.

“Di samping robotik, kami juga mewacanakan kentongan digital, posyandu digital dan juga alat pengukur keseburan tanah secara digital. Kampung digital untuk segala usia,” terangnya.

Salah satu anak yang ikut pelatihan robotik, Fatik, mengaku senang. Dia merasa mendapatkan sesuatu yang baru dalam bidang teknologi.

“Berlibur sambil bermain. Tambah ilmu lagi,” tandas siswa SD IT Kota Magelang ini. (ady/dem/ong)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia