Senin, 22 Jan 2018
radarjogja
Jogja Utama

Urai Macet di Simpang Empat, Dua Underpass Ring Road Utara Dibangun 2018

Selasa, 07 Mar 2017 07:22

Urai Macet di Simpang Empat, Dua Underpass Ring Road Utara Dibangun 2018

PADAT MERAYAP: Arus lalu lintas kendaraan di Simpang Empat Ring Road Utara Kentungan selalu crowded saat jam-jam sibuk. Terutama ketika jam berangkat dan pulang sekolah/kerja (Guntur Aga Tirtana /Jawa Pos Radar Jogja)

SLEMAN – Rencana pemerintah pusat membangun underpass di Jalan Ring Road Utara  disambut baik sejumlah pihak. Tujuan utamanya mengurai kemacetan arus lalu lintas kendaraan pada jam-jam sibuk. Sesuai master plan, jalan bawah tanah tersebut akan dibangun di dua lokasi. Yakni, Simpang Empat Condongcatur dan Simpang Empat Kentungan. Konsep pembuatan underpass mirip terowongan di Simpang Empat Jombor. Melintang dari timur ke barat.

”Dua lokasi itu memang sudah tidak ideal sebagai jalan arteri,” ungkap Kasi Amdal Lalu Lintas, Ditlantas, Polda DIJ Kompol Hartoyo di sela sosialisasi penyusunan dokumen upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UKL-UPL) di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, Senin(6/3).

 

Menurut Hartoyo, kamacetan paling sering terjadi sekitar pukul 06.30-07.30 dan 15.00-17.00. Kepadatan kendaraan berdampak pula pada kemacetan di Jalan Affandi dan Jalan Kaliurang. Dalam roadmap pembangunan, kemungkinan tak ada traffic light di kawasan underpass. Hal ini demi menjaga kelancaran lalu lintas. Bagi pengendara yang melintas di Jalan Ring Road Utara bisa melaju langsung tanpa berhenti.

 

Kabid Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Sleman Sulton Fatoni menambahkan, hal yang masih perlu dikaji adalah pengaturan lalu lintas di jalur atas underpass, atau jalan menuju arah per kotaan. Ada kemungkinan di titik ter sebut

juga tak dipasang traffic light. ”Kalaupun ada durasinya mungkin tidak panjang. Beda dengan saat ini bisa sampai seratus detik,” katanya.

 

Perwakilan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBLJN) VII, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rak yat RI Anita menuturkan, pemilihan dua lokasi bakal underpass merupakan rekomendasi Pemprov DIJ. Usulan tersebut masuk dalam perencanaan dan pengawasan jalan nasional (P2JN). Tahun inimasuk tahapan pembebasan

lahan. Sementara untuk pembangunannya direncanakan pada 2018. ”Ke depan masih akan ada sosialisasi. Terlebih kepada dinas-dinas pemerintahan,” jelasnya. (dwi/yog/ga)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia