Senin, 22 Jan 2018
radarjogja
Jogja Utama

Oknum Polisi Ikut Madat

Rabu, 07 Sep 2016 08:52

Oknum Polisi Ikut Madat

(GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)

SLEMAN - Perang terhadap narkoba terus digencarkan aparat kepolisian.  Tindakan tegas di-kenakan bagi siapapun yang ter-libat penyalahgunaan narkoba. Tanpa kecuali. Sekalipun hal itu melibatkan oknum polis.

Seperti dialami anggota Polres Sleman berpangkat brigadir  yang kedapatan mengonsumsi barang haram tersebut. Oknum tersebut terjaring dalam operasi yang dilakukan jajaran Direktorat Reserse Narkoba (Ditreskoba) Polda DIJ sejak Juni 2016.

Sayangnya, Direktur Reskoba AKBP Baron Wuryanto enggan me-nyebut identitas oknum polisi tersebut saat gelar perkara  narkoba kemarin (6/9).Baron hanya menyebut bahwa brigadier polisi pemadat itu ter-masuk 111 tersangka yang ter-jaring. Menurut Baron, dari total tersangka, 59 di antaranya merupakan pemakai. Sedangkan sisanya pengedar.

”Total 102 kasus dari 20 tempat kejadian perkara (TKP),” katanya. Dari kasus yang terungkap, terbanyak ditangani Polresta Jogja dengan 28 perkara. Disusul Polres Bantul 22 kasus, Polda DIJ 20, kemudian Polres Sleman 14, Polres Kulonprogo 12, dan Polres Gunugkidul 6.

Mayoritas pengguna berasal dari kalangan wiraswasta.  Sebanyak 72 orang. Selama tiga bulan operasi, aparat mendapatkan barang bukti (BB) berupa 266,1 gram narkotika berbagai jenis serta 19.044 butir psikotropika.

” Untuk kasus psikotropika tertinggi ter-jadi di Polres Kulonprogo. Se-banyak 17.505 butir obat-obatan golongan IV,” jelas perwira me-nengah Polri dengan dua  melati di pundak.

Kabid Humas Polda DIJ Kom-bes Pol Anny Pudjiastuti mene-gaskan, tak ada toleransi bagi siapapun pengguna atau peng-edar narkoba. Terlebih jika ter-sangka adalah aparat kepolisian.

”Ini sesuai arahan Pak Kapolda. Setiap tindakan melawan hukum harus ditindak sesuai aturan yang berlaku. Apalagi (anggota) me-ngonsumsi narkoba,” ujarnya.

Dijelaskan, hukuman bagi ang-gota berlaku proporsional. Jika berupa pelanggaran indisipliner, sanksinya juga berupa disiplin. Tapi, jika berupa pelanggaran hukum, penindakannya tetap menggunakan hukum pidana umum.

Sementara itu,  di tempat terpisah, jajaran satuan reserse narkoba Polresta Jogjakarta ber-hasil meringkus kawanan pemain debus pengguna sabu-sabu. Kasat Reskoba Kompol Sugeng Riyadi menjelaskan,  penang-kapan ketiga tersangka bermu-la dari aduan masyarakat di kawasan Pasar Kembang,  Gedongtengen.

Awalnya, polisi menangkap RE,21, salah seorang tersangka di sebuah kafe.Dari keterangan RE, penyidik memeroleh informasi tiga  pengguna sabu lain, yakni FR, SR, dan ID.FR dan SR akhirnya tertangkap setelah dilakukan pengejaran oleh anggota Sat Reskoba. Se-mentara ID yang diduga pema-sok barang haram tersebut saat ini masih buron.

” FR dan SR ditangkap di Depok, Sleman. Setelah dicek urine mereka po-sitif paai sabu. Tapi kami tidak mendapatkan barang bukti dari keduanya,” ungkap Sugeng.

Atas perbuatan para tersangka, mereka dijerat pasal 112 ayat 1 Jo Pasal 132 aat 1 Jo Pasal 127 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.  Semua ter-sangka terancam hukuman penjara maksimal 12 tahun dan denda paling banyak Rp 8  miliar. (bhn/yog/ong)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia