Senin, 22 Jan 2018
radarjogja
For Her

Theresia Netiyari Kuswardaningsih Manfaatkan Internet

Bisnis Rumahan Tanpa Modal

Senin, 22 Aug 2016 12:25

Theresia Netiyari Kuswardaningsih Manfaatkan Internet

KREATIF: Creative boutique, usaha yang dijalankan Theresia Netiyari Kuswardaningsih ini sudah berjalan enam tahun. (VITA WAHYU HARYANTI/RADAR JOGJA)

Menjalankan peran ibu di rumah tidak membatasi ide Theresia Netiyari Kuswardaningsih, 36, untuk menelurkan usaha rumahan.
Pengalaman menjual sepatu dan tas di masa kuliah menjadi modal utama Arie, panggilan akrabnya, menjalankan bisnis undangan pernikahan.

BERAWAL dari keinginannya me-manfaatkan internet di rumah, pada 2010 Arie iseng meng-upload enam undangan pernikahan hasil desain sang suami.

Kebetulan pada saat itu suaminya, Fachruddin Ali Fiyan, 37, bekerja sebagai desainer. Arie tidak menyangka keisengannya langsung mendapat banyak respons dari peng-guna facebook saat itu.

Arie menceritakan, hanya selang sehari dia menerima orderan per-tamanya dari Kuala Kapuas,  Kalimantan Tengah sebanyak 500 undangan hard cover.

Mendapatkan uang muka 10 persen dari konsumen menjadi  langkah awal untuk memproses orderan ter-sebut. Dibantu suaminya untuk men-desain undangan dan mulai mem-presentasikan lewat email.

Langkah Arie ini membuktikan  bahwa menjadi seorang ibu sah-sah saja jika ingin mempunyai usaha sampingan yang bisa dikerjakan di rumah. ”Tidak harus memiliki modal yang banyak untuk memulainya, memanfaatkan apa saja dulu yang ada di rumah,”  katanya.

Arie mengungkapkan, akan lebih baik kalau bisa memanfaatkan skill yang sudah dimiliki.Sudah enam tahun berjalan, omzet Arie saat ini bisa mencapai 100 juta setiap bulan.

Dia mengaku tidak ada strategi khusus untuk memasarkan bisnisnya. Kebanyakan, dia menerima order dari rekomendasi konsumen yang pernah menggunakan jasanya.

Selain itu, dia juga membuat id jualan-nya dengan keywords yang mudah untuk dicari.

Arie mengisahkan, awal memulai usaha ini menemukan kendala pe-ngiriman melalui penerbangan. Pada Oktober 2010 kala itu  Jogjakarta sedang dilanda bencana erupsi  Merapi. Namun, hal itu bisa ditangani dengan baik.

”Untuk saat ini tidak mene mukan kesulitan yang berarti,” ungkapnya.Setiap hari proses produksi dikerjakan di rumahnya di Jalan Kresno 25,  Ketanggungan Timur, Mancasan, Jogja.

Produk undangannya sendiri dijual melalui facebook dan instagram. Tidak hanya menggarap undangan nikah, Arie juga menerima orderan untuk hantaran dan suvenir pernikahan.

Ditanya soal banyaknya orderan setiap hari, Arie sudah menentukan antrean order pada setiap konsumen. Sehingga konsumen mengetahui  kapan undangan mereka selesai dikerjakan.

”Tujuannya agar konsumen tidak terus-terusan menanyakan soal undangan mereka, apakah sudah jadi atau belum,” terang ibu lulusan  Sosiologi Universitas Atma Jaya ini.

Tentunya usaha ini tidak dapat  berjalan lancar tanpa dukungan penuh dari sang suami. Fachrudin memberi  kebebasan Arie untuk  mengelola  bisnis tersebut, namun tidak meninggalkan kewajibannya sebagai seorang ibu.

”Biasanya saya mulai mengerjakan saat anak-anak sudah di antar ke  sekolah, mereka  tetap tidak lepas dari perhatian saya,” jelas ibu tiga anak ini. (cr1/ila/ong)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia