Senin, 22 Jan 2018
radarjogja
Hiburan dan Budaya

OHD Gelar Pameran Sapien Free

Senin, 30 May 2016 04:03

OHD Gelar Pameran Sapien Free

Oei Hong Djien sedang menjelaskan kepada kurator Singapura Emi Eu tentang karya Iwan Nur yang dipamerkan di Museum OHD. Karya Iwan Nur ini terbuat dari kayu yang dibakar dan diberi judul F1. (Harnum Kurniawati/Radar Jogja/JPGM)

MAGELANG - Kolektor lukisan papan atas Indonesia asal Magelang dr Oei Hong Djien kembali menggelar pameran di musuem pribadinya, Museum OHD, di Jalan Jenggolo, Kota Magelang, kemarin. Ia menggandeng 50 seniman dari 58 karya yang bertajuk Sapien Free.

 

Pemiliknya, Oei Hong Djien yang akrab disapa OHD mengatakan, ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda, di mana pameran karyanya sama sekali tidak melibatkan unsur manusia.  Karya-karya yang berhubungan dengan keindahan, kenikmatan, kearifan lingkungan, dunia hewan dan alam.

“Sama sekali tidak ada unsur manusia, hanya ada abstraksi pemikiran dan perasaan yang tergambar,” kata OHD usai membuka pameran kemarin (29/5).

Dia mengatakan latar belakang pameran ini diambil dari sifat merusak dan nafsu manusia. Dan sifat keserakahan yang mengakibatkan kekacauan. Menurutnya, dunia ini ingin sejenak merasakan kebebasan diri tanpa adanya homo sapien (manusia).

“Tentunya manusia ini adalah satu-satunya makhluk yang bisa membuat karya seni. Namun kita bisa membuat karya seni yang tidak mengandung unsur manusia bukan,” ujarnya.

Dia menceritakan dirinya sengaja blusukan  untuk menemukan karya-karya lukisan ini. Terutama mengundang dari 23 perupa yang masih aktif di wilayah Jogja, Bali, Jakarta, Purwokerto, Temanggung, dan Malang. Ada lukisan, patung dan seni video perupa Indonesia lintas generasi, baik yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal.

“Untuk itulah dihadirkanya pameran ini dari generasi Affandi dengan karya yang legenaris sampai generasi Erizal AS dengan karya kekinian penuh kesegaran semangat energi muda,” ujarnya.

Anggota dari Global Museum Association ini juga mengundang berbagai elemen seperti pelukis, kurator dan kolektor dari berbagai penjuru di dunia. Seperti menggandeng Directure of STPI Creative Workshop and Gallery Singapore Emi Eu sebagai kurator dalam pamerannya.

“Karena hubungan saya dengan Singapura sudah sangat dekat, terkadang saya juga memamerkan karya saya di Singapura, seperti sudah saling mengisi. Di sini juga ada karya dari Jepang, Eropa, Belanda. Pameran ini akan berlangsung hingga lima bulan ke depan atau bisa lebih,” papar OHD yang memiliki lebih dari 2.000 karya ini.

Salah satu tamu undangan yang juga seniman pemilik galery Kamera House Tanggolangin Jati Kusuma menilai pameran ini adalah pameran karya seni yang spektakuler. Karya-karya yang dipamerkan juga bagus dan banyak kritikan.

“Spektakuler bisa menghadirkan beragam lukisan sebagai kritik bagi manusia sendiri,” tandasnya. (cr1/laz/ong)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia