Senin, 22 Jan 2018
radarjogja
Hiburan dan Budaya

Melihat Mini Show Ada Apa dengan Comic (AADC) di Kota Magelang

Minggu, 29 May 2016 11:54

Melihat Mini Show Ada Apa dengan Comic (AADC) di Kota Magelang

(Harnum Kurniawati/Radar Jogja/JPG)

Demam stand up comedy terus merambah ke berbagai daerah, tak terkecuali Kota Magelang. Di kota getuk ini juga telah berdiri komunitas para komika, sebutan orang yang melakukan stand up. Mereka sering menggelar acara, seperti mini show stand up comedy kemarin malam.

HARNUM KURNIAWATI, Kota Magelang

“Ada yang tahu ya puisinya Ada Apa dengan Cinta (AADC) yang begini: Ku lari ke hutan, kemudian menyanyiku (gundul- gundul pacul gembelengan). Ku lari ke pantai, kemudian teriakku (kenapa lari-lari terus ra kesel le)”.

Guyonan puisi itu dilemparkan dua komika anggota Komunitas Stand Up Comedy Magelang saat mini show mengambil tema Ada Apa dengan Comic (AADC). Para penonton yang datang, langsung tertawa terbahak dengan adegan Cinta dan Rangga yang sedang membaca puisi itu. Ada pula  adegan pertemuan Cinta dan Rangga yang menjadi bahan lelucon di media sosial.

Cinta yang mengatakan Rangga kamu jahat, dengan fasihnya komika laki-laki itu membuat penonton sontak memegang perut masing-masing.  Dinginnya AC di ruang itu, menjadi tak berasa karena para penonton berhasil dikocok perutnya.

Kemeriahan pun semakin menggelora saat  komika pemenang hadir. Komika asal Bekasi, Weka Kanaka, membuat materi tentang anak kos yang kecanduan mi instan. Irfan Fauzi, penggemar sepak bola yang berambisi sampai bapaknya di panggil dengan sebutan coach. Dan, Ira Rahayu gadis tomboi pecinta gunung yang mengidolakan suami pelatih sepak bola.

Mini show ini, menurut Irfan Fauzi, adalah sebuah panggung apresiasi bagi para komika. Karena bagi seorang komika, berada di puncaknya jika pernah membuat mini show.

“Mini show ini sebenarnya apresiasi dari temen-temen komunitas, karena kita telah memenangkan kompetisi stand up comedy Magelang,” kata Irfan.

Sementara itu Manajer Komunitas Tidar Pratama mengatakan, sejak dibentuk 2012 lalu ada beragam kegiatan. Seperti mendiskusikan baik materi-materi stand up hingga bagaimana memanajemen materi. Diskusi ini berguna untuk meningkatkan skill para komika.

“Setiap Kamis minggu pertama kami juga manggung di salah satu hotel dan setiap malam Minggu kita juga gantian manggung di kafe. Itu agar skill bisa terasah, terus apakah materi berhasil mengocok perut audiens atau tidak,” ujar Tidar yang juga seorang komika ini.

Dia juga menceritakan, dua anggota komunitasnya pernah mendapatkan golden ticket pada salah satu ajang stand up bergengsi di salah satu televisi swasta. Hal itulah yang menjadikan semangat bagi teman-temannya di stand up comedy Magelang untuk terus berlatih.

“Mini show ini juga langkah awal bagi kami untuk bisa ikut dalam ajang bergengsi seperti itu,” ujarnya. Hingga kini Stand Up Comedy Magelang punya kurang lebih 60 anggota. Untuk anggota yang aktif saat ini  kurang lebih 30-an. Rata-rata mereka adalah mahasiswa yang kuliah di Magelang. Ada juga beberapa anak sekolah  dan pekerja. (laz/ong)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia