Rabu, 25 Apr 2018
radarjember
icon featured
Pendidikan

Masih Ada Disparitas Pendidikan

Senin, 19 Mar 2018 14:15 | editor : Dzikri Abdi Setia

Universitas Jember, Unej,

MENGABDI KE MASYARAKAT: Sebanyak 70 sobat pengajar Universitas Jember Mengajar (Ujar) resmi dilantik dan diterjunkan langsung ke masyarakat guna mengajar anak-anak yang kurang mampu. (Lintang Anis Bena Kinanti/Radar Jember)

Di balik perubahan zaman dengan berbagai perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, ternyata masih ada beberapa wilayah yang memiliki disparitas pendidikan yang sangat mencolok. Tak terkecuali di Jember. Oleh karena itu, tugas perguruan tinggi sebagai akademisi harus mampu meminimalisasi hal tersebut, sehingga bisa mengangkat derajat pendidikan masyarakat menjadi lebih merata.

Hal tersebut diungkapkan oleh Drs Anwar MSi, pembina Universitas Jember Mengajar (Ujar) dalam prosesi pelantikan 70 sobat pengajar Ujar angkatan VII, kemarin (17/3). Dari 440 mahasiswa yang lolos seleksi administrasi tahap awal, sebanyak 70 mahasiswa dinyatakan lolos dan layak untuk diterjunkan langsung ke daerah-daerah yang dinilai membutuhkan relawan pengajar.

Menurut Anwar, disparitas tersebut bukan melulu dari segi finansial, melainkan lebih pada kualitas pengajar yang ada. Sehingga, learning outcome yang tampak di beberapa sekolah masih belum terlalu menggembirakan. Padahal, lanjut dia, pendidikan merupakan sebuah proses pembebasan. Dengan pendidikan yang makin tinggi, seseorang makin memiliki kebebasan untuk memilih.

Oleh karena itu, dirinya sangat mengapresiasi para sobat mengajar yang berani memilih untuk mengabdi dan membagi ilmu yang mereka miliki kepada orang-orang yang membutuhkan. “Mengajar adalah sebuah profesi yang sangat mulia. Saya yakin, seluruh sobat mengajar di sini semuanya sudah memiliki wawasan yang luas,” tegasnya.

Ujar merupakan program yang sudah dirilis sejak tahun 2012 dan mewadahi mahasiswa untuk melakukan pengabdian masyarakat dalam bentuk edukasi kepada anak-anak yang kurang mampu. Tujuannya adalah membangun gerakan dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat, khususnya di wilayah Jember.

Eko Bagus, direktur Ujar menuturkan, sebelum diterjunkan ke wilayah perdesaan yang menjadi sasaran program, para relawan mendapat pelatihan mengenai pembangunan karakter dan teknik mengajar atau microteaching. Pihaknya fokus memberikan edukasi dan motivasi kepada anak-anak yang sekolah di pinggiran Jember agar mau belajar dan sekolah.

“Banyak anak-anak yang menganggap bahwa uang lebih penting dari pendidikan. Bahkan, ada saja anak yang tidak mau sekolah lagi. Kami sedikit membantu dalam bentuk memberikan motivasi dan edukasi agar mereka paham bahwa pendidikan bisa lebih penting daripada uang,” paparnya.

Jumlah sobat pengajar tahun ini, kata Eko, meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Rata-rata, setiap tahunnya Unej Mengajar menerjunkan 50 sobat pengajar ke masyarakat, dan selama satu tahun ditempatkan di wilayah-wilayah yang telah disurvei memiliki kualitas pendidikan yang kurang baik. “Trennya semakin tahun semakin naik,” imbuhnya.

Dirinya berharap perguruan tinggi lain juga bisa membentuk komunitas yang sama, sehingga bisa saling bersinergi dalam menyamaratakan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Jember.

(jr/lin/aro/das/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia