Selasa, 24 Apr 2018
radarjember
icon featured
Radar Ijen

Dua Kadis Hasil Lelang Terbuka Dilantik

Minggu, 18 Mar 2018 12:15 | editor : Dzikri Abdi Setia

Pelantikan Kepala Dinas, Pemkab Bondowoso,

PELANTIKAN: Bupati Amin Said Husni saat melantik para pejabat di Pendapa Bupati, (Sholikhul Huda/Radar Ijen)

Selama ini pemerintah telah melakukan proses lelang terbuka (open bidding) dua jabatan. Yakni posisi kepala dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) dan kepala dinas Ketahanan Pangan Bondowoso. Bupati mengumumkan dua orang yang mendapat amanah jabatan eselon II B tersebut, Jumat (16/3). Mereka dilantik bersama-sama para pejabat lainnya yang jumlahnya 227 pejabat di wilayah Pemkab Bondowoso.

Moh Tamin, orang yang sebelumnya sebagai Kabag Perlengkapan Setda Bondowoso, kemarin dikukuhkan menjadi kepala dispendukcapil. Otomatis, Tamin menjadi pejabat definitif yang sebelumnya dijabat Plt Agung Tri Handono, Asisten I Pemkab Bondowoso. Sedangkan posisi kepala dinas Ketahanan Pangan, diamanahkan kepada Moh Halil, yang sebelumnya menjadi Kabag Administrasi Pemerintahan Setda Bondowoso.

Selain itu, Bupati Amin Said Husni juga melantik inpassing fungsional pengawas dan kepala UPT Pendidikan. Sebab, ada aturan yang meniadakan UPT Pendidikan, maka para pejabatnya digeser. Sebenarnya sudah mulai awal tahun lalu, namun penempatan para kepala UPT Pendidikan itu baru terlaksana kemarin.

Bupati Amin Said Husni mengatakan, pelantikan yang terlaksana itu adalah rangkaian kegiatan. Khusus yang open bidding, memang sudah mendapatkan persetujuan Kemendagri. Sementara karena ada pejabat yang mengisi jabatan baru, otomatis jabatan lamanya kosong. “Dan itu digantikan dengan pejabat lainnya, sehingga saling mengisi,” terangnya.

Selain itu memang ada jabatan yang kosong karena pensiun atau purna tugas. Semuanya dilantik di hari yang sama. Kemudian masih ada inpassing pengawas sekolah dan kepala UPT Pendidikan. Di mana dengan dihapusnya UPTD Pendidikan, maka para pejabatnya harus digeser ke tempat baru. “Juga paran kepala puskesmas yang dalam peraturannya memang harus dilantik kembali, maka kami barengkan pelantikannya,” paparnya.

Bupati berharap, para pejabat baru harus mewujudkan Resolusi TUNTASS 2018. Di mana resolusi ini menjadi programnya di akhir jabatan yang akan selesai September mendatang. Dimana TUNTASS adalah singkatan dari tujuh project. T-Terbaik dalam pelayanan publik. U-Unggulan daerah go-global. N-Naiknya peringkat IPM dan lepas dari status daerah tertinggal. T-Teknologi informasi harus mulai diterapkan. A-Akuntabilitas Mantap. S-Sarana dan prasarana (infrastruktur) yang mantap. Dan terakhir S-Sukses Pilkada dan Pilgub. 

Terakhir bupati mengimbau agar setelah dilantik, seluruh pejabat segera melakukan percepatan pembangunan. Di mana tuntutan masyarakat kian meningkat di tengah banyaknya keterbatasan. Karenanya kuncinya adalah sumber daya manusia yang berkualitas dan berintegritas dalam mewujudkan harapan masyarakat. “Publik melihat dan menilai, dan sangat mudah menuntut jika dinilai gagal,” tegasnya. 

(jr/hud/hdi/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia