Minggu, 18 Feb 2018
radarjember
icon featured
Ekonomi Bisnis

RAT, Kowina Terus Berkembang

Selasa, 13 Feb 2018 13:15 | editor : Dzikri Abdi Setia

KOWINA, GP Ansor, Radar Jember,

RAPAT WAJIB: Rapat anggota tahunan (RAT) Koperasi Wira Usaha Nasional membuktikan diri menjadi koperasi yang sehat dan terus berkembang. (KOWINA for Radar Jember)

Koperasi Wirausaha Nasional (KOWINA) yang merupakan Koperasi GP Ansor Jember membuktikan diri sebagai koperasi yang terus berkembang. Hal ini terbukti dengan kegiatan rapat anggota tahunan (RAT) yang dihadiri hampir seluruh anggota. Bahkan, Kowina bermimpi untuk mengembangkan unit usahanya di tahun-tahun mendatang.

Dalam RAT kemarin, dihadiri oleh sekitar 62 anggota dari Pengurus Anak Cabang GP Ansor yang ada di Jember. Selain itu, dalam RAT ini juga hadir Dewan Pembina Kowina Ayub Junaidi yang juga ketua GP Ansor Jember dan Hendro Lukito, Kabid Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi UMKM Jember.

Dalam paparannya, Winarno, ketua Kowina Jember menyampaikan bahwa koperasi ini sebenarnya sudah bangun dari tidur panjangnya sejak 2015 lalu. “Sekadar informasi, koperasi ini sudah ada sejak 2002, namun vakum cukup lama,” jelas Winarno. Dirinya mengatakan jika RAT kemarin adalah RAT ketiga karena dilakukan setiap tahunnya.

Winarno mengatakan bahwa kini Kowina pun terus berkembang. “Dari tiga unit usaha yang dijalankan, ada dua yang berjalan maksimal,” jelasnya. Yakni, usaha pengadaan seragam untuk anggota GP Ansor Jember serta toko pertanian yang ada di Sukowono. Namun, untuk usaha foto kopi mengalami kerugian, sehingga pada 2017 tidak bisa berjalan optimal. 

Dalam RAT tersebut juga dibahas mengenai perkembangan modal yang naik menjadi Rp 312 juta dengan pendapatan sekitar Rp 103 juta selama 2017. RAT tersebut sebenarnya juga dimaksudkan untuk membagikan sisa hasil usaha (SHU) kepada para anggota. “Namun, SHU ini digunakan untuk penambahan modal sebagai iuran wajib anggota,” jelasnya.

Pasalnya, di tahun mendatang pihak koperasi ingin terus mengembangkan koperasi ini. Dalam RAT tersebut muncul usulan pembukaan toko pertanian, hidroponik, dan usaha konveksi. “anggota juga menyepakati rencana untuk menjual aset fotokopi yang tidak produktif,” jelas Winarno.

Selain itu, akan dilakukan pelatihan-pelatihan wirausaha lainnya. Sehingga, diharapkan semakin bisa menumbuhkan wirausahawan baru di Jember dan membuka peluang usaha untuk anggota Kowona. Sementara itu, Ayub Junaidi selaku Dewan Pembina Kowina menyambut baik RAT kemarin. “RAT ini menunjukkan bahwa Kowina memang terus berkembang,” jelasnya.

Apalagi, jumlah anggota juga mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pihaknya berharap, Kowina bisa terus berkembang dan menjadi salah satu fondasi bagi GP Ansor untuk mengabdi kepada negeri. 

Hendro Lukito, selaku pihak pemerintah yang mengamati kegiatan RAT Kowina menilai RAT tersebut sudah bagus. “RAT per tahun ini wajib setiap tahun. Untuk melihat koperasi sehat atau tidak dilihat dari RAT. Jika tidak tepat waktu, biasanya tidak sehat,” tutur Hendro. Selain itu, RAT ini juga bisa digunakan anggota untuk mengetahui dan mengevaluasi kinerja dari koperasinya. 

RAT Kowina tersebut dinilai bagus karena ada komunikasi dua arah dalam RAT kemarin. Selain itu, ada laporan pertanggungjawaban selama setahun. Hendro menyarankan, pengembangan koperasi tidak perlu terburu-buru, hal terpenting adalah selalu ada progres yang positif. “Sehingga, koperasi benar-benar bisa dirasakan manfaatnya untuk anggota,” jelasnya.

(jr/ram/wah/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia