Jumat, 23 Feb 2018
radarjember
icon featured
Pendidikan

Pelajar SD MI Unjuk Gigi dalam Potensi di MTsN 2 Jember

Selasa, 13 Feb 2018 12:50 | editor : Dzikri Abdi Setia

Potensi, MTs Negeri 2 Jember, Radar Jember,

PRESTASI: Kepsek MTs Negeri 2 Jember Dra Nurul Faridha (tengah) menyerahkan piala lomba senam ke siswa SD dan MI dalam ajang Potensi ke 4 yang digelar di Mts Negeri 2, Minggu (11/2). (WAWAN DWI / RADAR JEMBER)

Pekan Olahraga Matematika IPA dan Seni atau disingkat Potensi kembali digelar MTs Negeri 2 Jember 10-11 Febuari, Minggu. Ajang ke empat tersebut memunculkan prestasi generasi emas pelajar SD dan MI se-Jember.

Sekolah yang berada di Slawu tersebut begitu ramai dengan pelajar. Siswa SD sederajat tidak hanya antusias ikut beragam ajang perlombaan, tapi juga semangat melihat hasil kreasi pelajar MTs Negeri 2. “Acara ini juga ada praktik seni budaya oleh kelas IX,” ucap Dra Nurul Faridha Kepsek MTs Negeri 2 Jember ini.

Lomba yang digelar di Potensi 4 diantaranya, ajang akademik ada olimpiade IPA, Matematika, pidato Bahasa Inggris, serta tartil Alquran. Sementara di bidang seni dan budaya, ada lomba menyanyi, senam, dan panahan. 

Wanita kelahiran 1963 ini menjelaskan, tujuan digelar Potensi 4 ini sebagai ajang silahturahmi dan kompetisi. Sehingga, dengan kompetisi tersebut akan tergali potensi siswa dan selanjutnya diarahkan ke arah yang tepat untuk berprestasi. 

Dia menambahkan, pelajar yang masih SD atau MI adalah generasi emas. Sehingga, kompetisi positif seperti ini akan meningkatkan kemauan belajar siswa. Baik bidang akademik ataupun seni, budaya, dan olahraga. “Potensi ke empat ini jumlah pesertanya lebih banyak dari pada tahun kemarin,” tuturnya. 

Nurul menambahkan, ada tiga program di MTs Negeri 2. Yakni, Peserta Didik Cerdas Istimewa (PDCI), full day, dan reguler. “PDCI ini sama dengan akselerasi, dan satu satunya di Madrasah Tsanawiyah di Jember,” imbuhnya.

PDCI dan full day adalah komitmen MTs Negeri 2 Jember untuk meningkatkan kualitas didik. Meski begitu, kelas reguler pun tidak dikesampingkan. “Tidak ada anak itu bodoh, tapi kemampuan mereka ini berbeda-beda. Siswa yang tak begitu pandai di bidang akademik, justru daya artistiknya bagus. Terlihat di ujian praktik kesenian,” pungkasnya. 

(jr/dwi/aro/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia