Minggu, 18 Feb 2018
radarjember
icon featured
Radar Jember Events
Gebyar Event Taman Botani Sukorambi

Wadah Komunitas mengedukasi Masyarakat

Senin, 12 Feb 2018 08:17 | editor : Dzikri Abdi Setia

taman botani sukorambi, gebyar event 11 tahun, radar jember,

SINERGI: Pemiilik Taman Botani Sukorambi, Febrian Ananta Kahar bersalaman dengan Kadisparbud Arief Tyahyono seusai penandatangan kesepakatan bersama. (taman botani sukorambi for radar jember)

Ribuan masyarakat Jember memenuhi wisata edukasi Taman Botani Sukorambi kemarin (11/2). Di hari yang spesial tersebut, para wisatawan menikmati berbagai kegiatan, mulai dari pameran hewan, belajarmake up, membatik dan lainnya. Event tersebut menjadi wadah bagi para komunitas untuk mengedukasi masyarkat.

“Event ini adalah kumpulan sinergitas dari semua komunitas yang ada di Jember, kami tampung mereka  untuk mengedukasi masyarakat,” kata pemiilik Taman Botani Sukorambi, Febrian Ananta Kahar. Menurut dia, mereka memiliki kemampuan  yang bisa disampaikan pada para pengunjung.

Misal, komunitas reptil, memberikan edukasi tentang cara membeli hingga merawat hewan reptil. Komunitas kelinci atau komunitas love bird memberikan pemahaman cara membeli dan merawat hewan itu. “Ada juga edukasi cara make up yang benar, kami gandeng purbasari untuk belajar make up secara gratisserta belajar membatik,” jelasnya.

Tak heran, wisatawan yang datang memanfaatkan wadah tersebut untuk belajar. Sebelum bermain dan berwisata, mereka menyempatkan diri untuk belajar. Ada yang membatik, melihat kelinci, lobe bird, reptil, kopi, dan lainnya.

Taman Botani Sukorambi memberikan contoh tentang pengelolaan destinasi wisata. Mulai dari pengelolaan sampah, toilet, sinergitas, makanan, maupun permainan di dalamnya. Harapannya, para pelaku wisata lain bisa mengelola wisatanya lebih maju. “Kami memberikan contoh pada destinasi wisata lain, bagaimana merawat 400 tong sampah, 36 toilet di luas 12 hektare ini,” tambahnya.

Di bulan Februari ini, kalender wisata masih kosong dengan kegiatan. Untuk itu, Taman Botani Sukorambi menyelenggarakan event agar kunjungan ke Jember semakin rame. “Setiap ada kekosongan kegiatan, kami berupaya mengisinya dengan event di destinasi wisata lainnya agar Jember makin rame,” tuturnya.

Harapannya, sinergitas antar seluruh elemen di Jember bisa berjalan dengan baik. Apalagi, pengembangan destinasi wisata Jember disepakati wisata berbasis komunitas (community based Tourism). “Kami sudah sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari DisParBud, PHRI, Travel Agent, dan lainnya,” paparnya.

Sementara itu, kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Jember Arief Tyahyono yang juga hadir dalam event tersebut menambahkan ada tiga hal yang harus dipenuhi dalam wisata. Yakni attraction atau daya tarik, amenitiesatau fasilitas dan sarana penunjang serta accessibility atau daya hubung. “salah satu yang kita kembangkan sekarang adalah atraksinya, daya tarik wisata,” jelasnya.

Pengejewantahan community based tourism dilakukan oleh Taman Botani Sukorambi. Seluruh unsur wisata di Jember berkumpul untuk mempromosikan diri dalam gebyar event ini. “Ini konsep pariwisata modern,” pungkasnya

ENAM RIBU LEBIH
taman botani sukorambi, gebyar event 11 tahun, radar jember,

Hiburan dangdut dari artis ternama asal Jember, Vita Alfia mampu menghibur para pengunjung menikmati. (taman botani sukorambi for radar jember)

HADIAHNYA MANTAP
taman botani sukorambi, gebyar event 11 tahun, radar jember,

Banyak hadiah yang disediakan para pengunjung, salah satunya adalah sepeda motor. (taman botani sukorambi for radar jember)

BELAJAR KELINCI
taman botani sukorambi, gebyar event 11 tahun, radar jember,

Salah satu pengunjung Taman Botani Sukorambi melihat pameran kelinci kemarin. (Dwi Siswanto/Radar Jember)

(jr/gus/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia