Minggu, 25 Feb 2018
radarjember
icon featured
Sportainment

Persid Junior Layak ke Liga 2

Senin, 12 Feb 2018 07:53 | editor : Dzikri Abdi Setia

persid jember, semeru fc, radar jember,

Kerinduan pecinta sepak bola Jember setelah jeda pertandingan beberapa bulan, terobati sejenak. Persid Soeratin 2017 (tim junior U-17 Persid yang berlaga di Piala Soeratin musim kompetisi 2017) menjamu tim kuat asal Lumajang. Tak tanggung-tanggung, mereka menjajal tim senior Semeru FC yang berlaga di Liga 2 nasional. 

Menjamu tim yang lebih senior dan dengan strata lebih tinggi, nyatanya Richard Arbed Anderson dkk mampu mengimbangi permainan Nugroho Mardiyanto dkk dari Lumajang. Padahal, Semeru FC juga diperkuat dua pemain baru Persebaya Surabaya, yakni Rahmat Juliandri dan Yogi Novrian. 

“Untuk musim kompetisi 2018 ini, kita memang mendatangkan dua pemain dari Persebaya. Cuma sore ini, hanya Yogi Novrian yang ikut bermain karena Rahmat Juliandri masih cedera,” tutur Putut Widjanarko, pelatih Semeru FC usai laga yang berlangsung di Stadion Utama Jember Sport Garden (JSG) Ajung pada Sabtu (10/02), sore kemarin. 

Secara umum, kedua tim bermain secara seimbang dan saling menyerang. Semeru FC lebih dulu memecah kebuntuan melalui gol yang dicetak sang kapten Nugroho Mardiyanto di menit ke-4. Sejak itu, Semeru terus berusaha menekan barisan pertahanan Persid Soeratin 2017, namun selalu berhasil digagalkan barisan belakang anak asuh Fachmi Amiruddin tersebut. Sepanjang laga, Semeru FC juga kerap bermain keras hingga berbuah beberapa kartu kuning. 

Persid tidak membutuhkan waktu lama untuk menyamakan kedudukan. Bermula dari pelanggaran yang dilakukan striker Semeru FC, wasit Suryanto memberi hadiah penalti bagi Persid. Sang kapten, Richard Arbed Anderson yang ditunjuk menjadi eksekutor, berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna sehingga skor menjadi 1-1. Skor imbang bertahan hingga turun minum. 

Memasuki babak kedua, baik Semeru FC maupun Persid Soeratin 2017 sama-sama saling menyerang. Bahkan Semeru FC mendapatkan dua peluang emas di babak kedua. Namun kiper jangkung Goldy Aulia, mampu mencegah defisit gol Persid. Hingga akhirnya laga ditutup masih dengan skor 1-1. 

Perihal kerasnya permainan Semeru FC, sang pelatih bisa memakluminya. “Anak-anak ini habis latihan keras. Apalagi mereka menghadapi tim yang level dan usianya di bawah mereka, jadi anak-anak memaksa harus menang,” dalih Putut. 

Sejak kedatangan dua mantan pemain Persebaya, Semeru FC masih terus mencari komposisi tim terbaiknya. Hingga kini, Putut juga belum menentukan line-up yang akan digunakan untuk berlaga di Liga 2 nanti. “Semua masih berpeluang untuk masuk line-up. Ini laga kita yang ketiga. Rabu kita akan uji coba lagi lawan Deltras di Lumajang,” lanjut Putut. 

Secara umum, Putut juga memuji permainan tim Persid Soeratin 2017. “Mereka sangat-sangat layak berlaga di Liga 3, tinggal dipoles saja pembinaannya,” jelas mantan pemain Persebaya dan kapten Persid ini. 

Rasa bangga juga disampaikan oleh manajer Persid Soeratin 2017, Sutikno. “Sejak awal, saya sudah membangun keyakinan kepada anak-anak bahwa mereka mampu mengimbangi permainan tim yang lebih senior. Alhamdulillah terbukti, justru dua peluang emas Semeru FC, berhasil kita gagalkan,” ujar Sutikno. 

Laga sore kemarin juga menjadi laga perpisahan bagi Sutikno. “Tugas saya di Persid Junior sudah selesai dan sudah saya serahkan mandat ke Ketua Umum Persid. Karena setelah ini saya harus fokus menjalankan tanggung jawab saya sebagai Ketua Askab PSSI Jember,” tutur Sutikno. 

Lebih lanjut, Sutikno berharap Persid Junior di musim kompetisi selanjutnya bisa mampu mencapai kesuksesan melebihi tahun 2017. Namun di sisi lain, Sutikno mengaku prihatin dengan kabar adanya dualisme di tubuh Persid. Yakni antara Persid pimpinan Agus Rizki dengan Yayasan Persid kubu Sunardi. 

“Saya sangat berharap, kedua belah pihak bisa dialog untuk mencapai solusi terbaik. Karena dualisme hanya merugikan bakat-bakat sepak bola terbaik di Jember,” pungkas pria asal Ambulu tersebut. 

(jr/ad/hdi/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia