Sabtu, 24 Feb 2018
radarjember
icon featured
Ekonomi Bisnis

Sosialisasi Jaminan Fidusia OJK dan IKADIN

Senin, 12 Feb 2018 10:10 | editor : Dzikri Abdi Setia

OJK Jember, IKADIN, Radar Jember,

SOSIALISASI FIDUSIA: Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember Mulyadi (kanan) bersama Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Jember, Jani Takariyanto. (Wawan Dwi Siswanto/Radar Jember)

Dari seluruh pengaduan konsumen yang masuk ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember, sebagian di antaranya merupakan pengaduan di bidang lembaga jasa keuangan non perbankan. Salah satunya adalah leasing atau pembiayaan kepada nasabah. Dalam sektor tersebut, fidusia masih merupakan momok yang belum banyak diketahui masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala OJK Jember, Mulyadi ketika membuka agenda sosialisasi perlindungan konsumen sektor jasa keuangan dan jaminan fidusia kepada pengurus dan anggota Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Tapal Kuda di Hotel Dafam Jember, kemarin (9/2). OJK dan DPC IKADIN Jember bersinergi untuk memberikan pemaparan mengenai jaminan fidusia untuk memfasilitasi advokat dalam memberikan pelayanan konsultasi hukum sektor keuangan.

Menurut Mulyadi, dari 101 pengaduan yang masuk ke OJK Jember selama 2017 lalu, 15 persen di antaranya merupakan pengaduan di bidang industri keuangan non bank. Salah satunya adalah terkait jaminan fidusia leasing. “Kami lihat belum ada keseragaman dalam hal tindak lanjut jaminan fidusia,” ujarnya.

Padahal, lanjut dia, dengan adanya kesepahaman mengenai prinsip fidusia di kalangan advokat, mereka bisa memberikan advokasi kepada nasabah mengenai penanganan fidusia. “Jika kita melibatkan klien, kita tahu bagaimana menanganinya dengan proses yang cepat,” imbuh Mulyadi.

Salah satu peran OJK adalah menerima dan memverifikasi segala pengaduan yang masuk dari masyarakat khususnya di wilayah Jember dan sekitarnya. Di sektor leasing, yang paling banyak adalah perbedaan jumlah angsuran yang tercatat di pihak kreditur maupun debitur. “Kita harus bisa menjembatani kedua belah pihak dan melihat buktinya masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu Ketua DPC IKADIN Jember, Jani Takariyanto menyambut baik sinergi yang baru pertama kali digagas antara OJK Jember dengan DPC IKADIN Jember. Sosialisasi ini, kata dia, merupakan kesempatan yang berharga, sebab tidak semua orang memiliki kesempatan semacam ini.

OJK sebagai lembaga pengawas jasa keuangan dalam praktiknya tidak jarang mengalami kendala terutama dalam bentuk sengketa. Di sinilah peran IKADIN harus muncul. “Sedianya pihak yang bersengketa telah menunjuk kuasa hukum masing-masing. Misalnya sengketa debitur dan kreditur,” pungkasnya. 

(jr/lin/dwi/aro/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia