Minggu, 25 Feb 2018
radarjember
icon featured
Pendidikan

Bangun Rumah Baca di Tiga Desa

Minggu, 11 Feb 2018 15:10 | editor : Dzikri Abdi Setia

perpustakaan daerah, rumah baca, radar jember,

GANDENG PERPUSDA: Pendamping Desa Mumbulsari bersama Kasi PMKS membahas pembentukan rumah baca desa dengan Perpusda Jember. (Bagus Supriadi/Radar Jember)

Minat baca di kalangan para pemuda desa sampai saat ini dinilai masih rendah. Sebab, mereka belum memiliki sarana yang memadai untuk melakukan kegiatan membaca. Untuk itulah, pendamping desa Kecamatan Mumbulsari menggandeng Perpustakaan Daerah Jember untuk mewujudkan rumah baca desa. 

Pendamping Desa Kecamatan Mumbulsari, Lukman Hakim mengatakan, jumlah pemuda produktif di sejumlah desa cukup banyak. Misalnya, di Desa Kawangrejo terdapat sekitar 15 persen dari jumlah warga yang mencapai 8000 penduduk. “Bila tidak diberi wadah dengan kegiatan positif, larinya pada perbuatan negatif, seperti kriminal,” terangnya. 

Pedamping desa bersama Kasi PMKS Kecamatan Mumbulsari mendatangkan pegawai perpusda ke Mumbulsari. Mereka membahas  sinergitas pembentukan rumah baca desa. “Ini salah satu upaya percepatan menuju desa mandiri dan berdaulat, yakni membangun sumber daya manusianya,” kata Lukman.

Menurut dia, pihaknya bersinergi dengan perpusda untuk meningkatkan budaya literasi desa. Sebab, minat baca pemuda desa yang masih berusia produktif sangat rendah. “Salah  satunya, proyek pertama akan dilakukan di Desa Karang Kedawung. Di sana banyak pemuda yang menghabiskan waktu dengan nongkrong,” tuturnya.

Untuk itu, lanjut dia, pendamping desa mencoba merumuskan rumah baca dengan perpusda. Harapannya, setiap desa ada rumah baca yang disediakan oleh pemerintah desa. Pembentukan sarana ini mendapat dukungan penuh dari para pemerintah desa setempat. 

Di desa lain memang belum ada, pendamping desa mencoba mengawali dari Mumbulsari. Konsepnya, kata pria asal Kecamatan Silo tersebut,  perpustakaan bisa menyediakan yang mereka miliki, sedangkan tempat ataupun SDM sudah ada di desa.

Dia menambahkan, perpusda harus hadir untuk berbagi peran dalam pembangunan desa. “Apa yang bisa dibawa ke desa, misal sebagian dari buku atau pelatihan managemen pengelolaan perpustakaan desa,” paparnya.

Bahkan, bila banyak pemuda yang memiliki kemampuan dan semangat di bidang tulis-menulis. Perpustakaan bisa memberikan pelatihan. Ini menarik karena bisa menjadi investasi masa depan desa.

Pembentukan rumah baca desa itu akan dilakukan pada 2018 ini. Ada tiga desa yang menjadi pilot project, pertama Desa Mumbulsari, Desa Suco, dan Desa Kawangrejo.

Melalui sarana ini, para pemuda desa diharapkan terus berkembang dan menjadi wadah untuk lebih produktif. “Apalagi, sudah disediakan sarana olahraga untuk mengasah kemampuan mereka. Ini juga untuk menghindari kegiatan negatif pemuda desa,” tandasnya. 

(jr/gus/wah/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia