Selasa, 20 Feb 2018
radarjember
icon featured
Sportainment

Pebulu Tangkis Unggulan Melaju ke Semifinal

Kamis, 18 Jan 2018 19:11 | editor : Dzikri Abdi Setia

Kejurkab Bulu Tangkis, Djarum Foundation, Radar Ijen,

NIKMATI LAGA: Mery Susanti (kiri) pebulu tangkis unggulan Tunggal Remaja Putri (TRPI) melaju mulus ke semifinal setelah mengalahkan Alfi (kanan). (WAWAN DWI / RADAR IJEN)

Pebulu tangkis unggulan masing-masing nomor pertandingan melaju mulus ke semifinal. Partai semifinal Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bulu Tangkis Djarum Foundation tersebut digelar malam ini. 

“Besok mulai laga sengit, karena masuk semifinal dan dimulai setelah magrib,” ujar Ahmad Djuari, humas Pengcab PBSI Bondowoso di sela-sela pertandingan di GOR Pelita,  kemarin (17/1). Mery Susanti PB SMPN 1 Tapen melaju mulus setelah mengalahkan Alfi PB Elektra, dua set langsung 21-11, 21-14. Laga semifinal Mery akan berhadapan dengan Dheva dari SMA Tenggarang (SMASGA) yang sebelumnya unggul 21-17, 21-10 atas Alfia PB Elektra. Sementara unggulan kedua nomor TRPI Yolanda ke semifinal setelah menang bye. 

Sementara di nomor Tunggal Pemula Putra (TPPA), unggulan pertama Ivan Sidan dan unggulan kedua Belgi sama-sama melaju ke Semifinal. Laga semifinal TTPA tersebut juga sebagai pembuktian Belgi yang baru naik ke nomor TPPA. Sedangkan di nomor TAPA, pebulu tangkis unggulan Chievo juga makin tak terbendung ke semifinal.  “Belgi tahun kemarin turun di nomor tunggal anak putra (TAPA), karena usianya masuk di TTPA. Sehingga pembuktian bagi dirinya, jika berjumpa dengan Zidan di final akan menarik,” kata Samsul, Bidang Pembinaan dan Prestasi (Bimpres) PBSI Bondowoso.

Dia mengatakan, Kejurkab Djarum Foundation tahun ini yang paling berbeda adalah minat pebulu tangkis putri semakin banyak. “Kalau yang putri ada peningkatan sekitar 30 persen,” katanya. Dia mengakui sebelumnya sulit mencari bibit atlet putri, namun kini terjawab sudah lewat Kejurkab Djarum Foundation.

Peningkatan jumlah peserta Kejurkab Bulu Tangkis Djarum Foundation tahun ini juga terlihat di nomor tunggal usia dini putra (TUDA). Bahkan, jumlah pesertanya pun tak harus dari klub, tapi juga dari klub yang berasal dari sekolah-sekolah. Dia pun mengakui dalam meningkatkan pembinaan olahraga tepok bulu itu, harus bekerja sama dengan sekolah-sekolah. 

(jr/dwi/wah/das/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia