Sabtu, 24 Feb 2018
radarjember
icon featured
Kesehatan

Persalinan Normal Tanpa Nyeri

Rabu, 10 Jan 2018 15:15 | editor : Dzikri Abdi Setia

RSU Kaliwates, RADAR JEMBER,

HILANGKAN RASA SAKIT: Ibu hamil yang akan melahirkan kini tak perlu khawatir merasakan nyeri yang teramat sangat. Kini ada anestesi ILA dan WELA yang bisa menghilangkan rasa sakit saat proses persalinan. (RSUK FOR RADAR JEMBER)

Proses persalinan tidak akan bebas dari rasa nyeri. Nyeri yang timbul pada persalinan diakibatkan oleh kontraksi dari uterus yang teratur dengan intesitas semakin meningkat dalam proses pembukaan jalan lahir. Namun rasa trauma dan ketakutan para ibu dan calon ibu akan rasa nyeri persalinan merupakan hal yang tak perlu dikhawatirkan lagi. 

Kini beberapa teknik pengurang rasa nyeri sudah banyak dikembangkan sejak abad ke-19. Salah satunya Intrathecal Labor Analgesia (ILA). ILA merupakan teknik pereda nyeri dengan cara menyuntikkan obat ke urat saraf di tulang belakang bagian bawah. Kendati caranya hampir mirip dengan teknik anestesi regional (epidural), tetapi ada perbedaan antara ILA dan epidural. 

“Dengan jarum yang lebih lembut, anestesi dimasukkan langsung ke dalam saraf tulang belakang, jadi bercampur dengan cairan otak. Selain itu, di dalam selaput otak itu tidak ada pembuluh darah sehingga tidak menyebar,” tutur dr I Gusti Gede Prawira Negara SpAn, dokter spesialis anestesi RSU Kaliwates.

Idealnya, karena masa kerjanya yang terbatas, maka ILA baru disuntikkan setelah pembukaan 4. Pada fase inilah biasanya ibu mulai merasakan kesakitan yang sangat, sehingga saat itulah diperlukan suntikan ILA. “Kita juga harus memperhitungkan masa pemberian anestesi ILA, sebab efeknya hanya berlangsung beberapa jam saja,” lanjut dr Wira, sapaan karib I Gusti Gede Prawira Negara.

Pemberian anestesi ILA sejatinya tidak memberikan efek yang signifikan bagi bayi. Karena suntikan ini hanya diberikan pada area selaput otak, jadi tidak berdampak kepada kondisi kesehatan ibu dan bayi. pemberian ILA cukup ideal, baik dari segi pasien maupun persalinannya.

Selain ILA, terdapat teknik lainnya yaitu Walking Epidural Labor Analgesia (WELA) yang dosisnya sedikit lebih tinggi dibanding ILA. Jika ILA hanya bisa diberikan setelah pembukaan 4 dan bertahan satu hingga dua jam, maka WELA bisa diberikan sejak awal proses persalinan dengan waktu yang lebih lama. “Anestesi ini diberikan melalui selang kateter epidural, sehingga jika diperlukan anestesi lagi maka bisa diberikan dengan mudah,” lanjut alumnus Universitas Udayana Bali tersebut.

Kedua teknik ini sebenarnya sudah banyak dilakukan di Eropa dan Amerika sejak 1990-an. RSU Kaliwates kini menerapkan teknik tersebut pada persalinan sehingga tak perlu khawatir merasakan nyeri yang teramat sangat. ILA dan WELA juga bisa diterapkan untuk mengurangi rasa nyeri setelah proses operasi caesar, dan dilaksanakan oleh tiga dokter obgyn terbaik di Jember yaitu dr Endang Ma'ruf SpOG, dr Budyantoro SpOG(K), dan dr Yonas Hadi Subroto SpOG. 

Jika Bunda membutuhkan informasi lebih lanjut, langsung saja menghubungi pusat informasi RSU Kaliwates di nomor 0331-489100/ 0331-489505. Kami siap memberikan pelayanan terbaik dan prima untuk bunda dan sang buah hati.

(jr/lin/aro/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia