Kamis, 26 Apr 2018
radarjember
icon featured
Kesehatan

Kenali Gejala Difteri Sejak Dini

Rabu, 13 Dec 2017 11:10 | editor : Dzikri Abdi Setia

RS JEMBER KLINIK, RADAR JEMBER,

DETEKSI DINI: Masyarakat diharapkan segera melakukan imunisasi DPT kepada anak-anak agar tidak terkena difteri di kemudian hari. Politerpadu RS Jember Klinik menyediakan imunisasi tersebut. (RS JEMBER KLINIK FOR RADAR JEMBER)

Difteri kembali mewabah di Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahkan sudah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) karena penyakit mematikan yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diptheriae ini telah memakan puluhan korban jiwa setidaknya di 20 provinsi di Indonesia. 

Data Kemenkes menunjukkan sampai dengan November 2017 ada 95 kabupaten dan kota dari 20 provinsi yang melaporkan kasus difteri. Secara keseluruhan terdapat 622 kasus, 32 di antaranya meninggal dunia. 

Sementara pada kurun waktu Oktober hingga November 2017, ada 11 Provinsi yang melaporkan terjadinya KLB difteri. Antara lain di Sumatra Barat, Jawa Tengah, Aceh, Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Penyakit difteri memang mudah menular. Melalui bersin saja penderita difteri  bisa menular. Namun dengan adanya KLB difteri hampir di seluruh tanah air, menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat masih rendah tentang pentingnya imunisasi. Sebetulnya penyakit difteri bisa segera disembuhkan dan tidak menular bila segera diketahui gejalanya dan mendapatkan pertolongan dengan tepat.

Gejala awal difteri menurut dr Suratini, MMRS kepala RS Jember Klinik mirip dengan sakit flue biasa. Antara lain tenggorokan sakit dan nyeri bila menelan, suara serak, kelenjar getah bening di leher bengkak, kemudian disertai demam dan menggigil. Bila curiga kemungkinan difteri, cukup dengan memeriksa bagian mulut mereka. 

Tenggorokan dan amandel akan kelihatan bercak putih atau lapisan putih, memang belum tentu difteri tapi difteri selalu ditandai dengan bercak putih. Untuk memastikan segera periksa ke dokter bila ditemukan tanda-tanda seperti di atas. Difteri kebanyakan menyerang pada anak-anak, tetapi beberapa kasus ditemukan difteri juga menyerang pada orang dewasa.

Beberapa langkah untuk mencegah penularan penyakit difteri. Langkah pertama tentunya dengan imunisasi DPT. Bagi yang memiliki putra putri dengan imunisasi belum lengkap harus segera dilengkapi. “Anak-anak lebih rentan terserang difteri karena belum memiliki sistem kekebalan yang sempurna. Selanjutnya masyarakat harus menerapkan pola hidup sehat dan bersih, jaga cuci tangan, menutup ketika bersin dan batuk ,” lanjut dr Suratini MMRS. 

Poli Terpadu RS Jember Klinik menyediakan layanan imunisasi untuk membentuk sistem kekebalan pada anak terhadap serangan berbagai macam penyakit menular.  

(jr/lin/aro/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia