Kamis, 26 Apr 2018
radarjember
icon featured
Radar Semeru

Kampung Kuliner Jadi Favorit

Rabu, 13 Dec 2017 10:40 | editor : Dzikri Abdi Setia

Kampung Kuliner Lumajang, Kawasan Wonorejo Terpadu, Radar Semeru,

FAVORIT: Jajanan tradisional menjadi salah satu favorit pengunjung Lumajang Tempo Dulu. Aneka makanan tradisional yang sudah mulai susah dijumpai juga tersaji di sana. (Qomaruddin Harahap / Rame)

Selama tiga hari, berlokasi di Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT) Lumajang Tempo Dulu hadir di tengah masyarakat. Menyuguhkan suasana zaman dulu, semua yang ditampilkan berciri khas masa lampau. Bahkan makanan yang dijual juga bernuansa kolot.

Kemari merupakan hari terakhir festival tersebut. Ribuan warga Lumajang memadati kawasan tersebut. Ada yang mengajak keluarga, teman dan sahabat. Ada juga yang datang seorang diri hanya untuk menikmati suasana zaman dulu.

Di setiap stand menawarkan spot foto yang cukup menarik. Tidak heran, banyak diantara yang datang mengabadikan setiap tempat yang mereka kunjungi. Hal itu dilakukan lantaran banyak barang-barang klasik dan menarik pada festival tersebut.

Tapi yang tidak kalah menarik mata pengunjung adalah kuliner yang ada di festival tersebut. Hampir semua makanan yang dijual sudah tidak ditemui di toko-toko modern zaman sekarang.

Bahkan anak zaman sekarang mungkin tidak mengetahui nama dan seperti apa rasa dari kuliner tersebut. Sebut saja salah satunya adalah cenil. Makanan yang dikenal dengan kenyalnya ini menjadi salah satu tujuan dari pengunjung yang hadir.

Seperti halnya Anita, perempuan asal Jember ini sengaja datang untuk melihat dan mengetahui Lumajang pada tempo dulu. Selain itu, dia mendengar jika ada jajanan zaman dulu yang juga dijual di even tersebut.

Lantas dia dan keluarganya datang untuk menikmati jajanan tersebut. “Kata teman saya ada yang jual cenil dan makanan zaman dulu lainnya, saya ingin mencoba,” katanya. “Ternyata memang ada, bahkan makanan gatot juga ada disini,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang Drs H As’at MAg, menuturkan dalam even yang sudah ketiga kalinya ini memiliki tema yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Yaitu memperkenalkan keanekaragaman Lumajang pada masyarakar luas.

Namun pada tahun ini, pada perayaan tahun ini bupati menekankan untuk saling menjaga dan saling menghormati. “Tema tetap sama. Hanya saja yang ingin kami tekankan kebersamaan dan saling menghormati,” katanya. 

(jr/mar/ras/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia