Kamis, 23 Nov 2017
radarjember
icon featured
Radar Ijen

Saat Para Seniman Membuat Wadah Dewan Kesenian Daerah

Rabu, 15 Nov 2017 15:35 | editor : Dzikri Abdi Setia

Dewan Kesenian Daerah Bondowoso, Radar Ijen,

BUAT RUMUSAN: Para seniman Jumat malam lalu berkumpul di Aula Disparpora. Mereka menggagas Dewan Kesenian Daerah (DKD) Bondowoso. (Sholikhul Huda/Radar Ijen)

Tepat pada 10 Nopember di hari pahlawan, para pelaku seni mengadakan Rembug Seni. Kegiatan itulah yang memunculkan gagasan pembentukan Dewan Kesenian Daerah. 

Puluhan seniman dari berbagai bidang berkumpul di Aula Disparpora malam itu. Karena dari berbagai aliran seni, dari mereka ada yang gondrong, ada yang stylish dan ada yang memakai baju adat Jawa Timuran. Namun walau dari unsur seni yang berbeda, mereka membaur tanpa sekat.

Tampak hadir Pelukis Budi Amin, Kades Prajekan Lor Fandi Sofyan, Ketua GAS Junaidi, desainer Ayu Ismail dan berbagai pegiat seni lainnya. Selain itu hadir Anggota Komisi IV Sinung Sudrajat dan Ketua Disparpora Harry patriantono. 

Andi Amin yang dalam forum itu didapuk menjadi Ketua Dewan Kesenian Daerah Bondowoso mengungkapkan, tujuan pembentukan Dewan Kesenian Daerah hanya satu. Yakni memajukan seni dan budaya di Bondowoso. “Ini adalah lembaga independen yang mengayomi perkembangan seni dan budaya di Bondowoso,” jelasnya. 

Ketika terbentuk, DKD ingin menciptakan iklim berkesenian yang bagus di Bondowoso. Dampaknya tentu kepada kemajuan kesenian dan kebudayaan di Bondowoso. Sebab selama ini, pihaknya menilai, ruang apresiasi seni kurang menggeliat di Bondowoso. Dengan adanya DKD, harapannya semakin banyak ruang apresiasi seni tersebut. 

Selama tour ke berbagai belahan nusantara, Andi Amin juga banyak pertanyaan. Yang ditanya kok belum ada Dewan Kesenian Daerah di Bondowoso. Padahal di berbagai daerah lainnya sudah ada. “Saya seringkali mengikuti kegiatan kesenian di berbagai daerah, selalu itu yang menjadi pertanyaan,” tegasnya. 

Dia menjamin, DKD diisi oleh orang yang profesional. Sebab didalamnya adalah para pelaku seni. Harapannya, akan semakin lebar apresisasi seninya.

Sementara Sinung Sudrajat mengungkapkan, urgensi DKD adalah memperkuat karakter daerah melalui seni dan budaya. Jadi fokusnya dalam hal pemberdayaan beberapa. Sebab pembangunan di Bondowoso ada dua macam. Fisik dan pemberdayaan. “Bondowoso punya potensi karakter seni dan budaya, itu yang harus digenjot,” terangnya. 

Dia berharap, dengan adanya Dewan Kesenian Daerah, mampu berpartisipasi aktif di Bondowoso, khususnya kesenian dan kebudayaan. Menampung seni yang ada sampai dengan pelosok. Potensi untuk diberikan wadah apresiasi dan keahliannya.

(jr/hud/wah/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia