Rabu, 18 Oct 2017
radarjember
icon featured
Radar Jember

Mahasiswa IAIN Gelar Aksi

Rabu, 20 Sep 2017 19:30 | editor : Dzikri Abdi Setia

KOREKSI WAREK III: Mahasiswa IAIN Jember minta agar konflik antarmahasiswa IAIN Jember diselesaikan 1 x 24 jam. Kemudian tegas  menindak aksi anarkisme sesuai kode etik mahasiswa.

KOREKSI WAREK III: Mahasiswa IAIN Jember minta agar konflik antarmahasiswa IAIN Jember diselesaikan 1 x 24 jam. Kemudian tegas menindak aksi anarkisme sesuai kode etik mahasiswa. (Bagus Supriadi/Radar Jember)

Jember – Puluhan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Kampus melakukan aksi demonstrasi, kemarin (18/9).

Mereka minta ketegasan pimpinan kampus terhadap konflik yang terjadi antarmahasiswa, yang berujung pada perusakan gedung dan pengeroyokan.

Para mahasiswa itu datang membawa banner berbagai tulisan tentang Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Jember Drs H Sukarno MSi.

Kemudian masuk ke kampus IAIN Jember membawa keranda, lalu melakukan orasi. Sementara itu, Wakil Rektor III sudah menanti di depan kampus.

Orasi di tengah terik matahari itu tak mematahkan semangat para mahasiswa. Mereka bergantian, lalu memainkan teatrikal bentuk protes terhadap pembiaran terhadap konflik yang terjadi pada mahasiswa. Teatrikal tentang kesewenang-wenangan pimpinan.

Setelah itu, mereka membacakan puisi Wiji Thukul diiringi dengan gitar. Sesekali, suara mereka memanas meminta pertanggungjawaban Wakil Rektor III.

“Kami ingin mengkoreksi kepemimpinan Wakil Rektor III IAIN Jember,” kata Koordinator Aksi, M. Fiki Samsul Arifin.

Menurut dia, pimpinan tersebut tidak memiliki ketegasan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi antar-mahasiswa. Yakni, konflik yang terjadi antara beberapa kelompok mahasiswa. “Konflik yang dibiarkan selama 12 hari, dan tak kunjung usai sampai sekarang,” tuturnya.

Padahal, sudah ada tindakan anarkisme yang dilakukan oleh mahasiswa. Misal, perusakan fasilitas umum kampus serta pemukulan terhadap mahasiswa lainnya. “Wewenang yang belum pasti dan kebijakan plin-plan menjadi dasar kami beraksi,” jelasnya. 

Dia menilai, seharusnya kampus memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para mahasiswa. Bila terjadi masalah yang menyangkut ketertiban, Warek III harus tegas mencarikan solusi. Terutama konflik yang terjadi karena merugikan mahasiswa.

Karena itulah, mereka menuntut agar pihak rektorat segera menyelesaikan konflik itu, 1 x 24 jam. Kedua, menindak tegas mahasiswa yang melakukan aksi anarkisme sesuai kode etik mahasiswa. “Kalau tidak bisa menuntaskan, maka pejabatnya harus mundur,” tegas mahasiswa berambut panjang itu.

Tak hanya itu, mereka juga menilai ada indikasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di institut vakum, karena peran pimpinannya. Sehingga mereka meminta Wakil Rektor III tidak melindungi para mahasiswa yang sudah melakukan aksi premanisme.

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Jember, Drs H Sukarno MSi yang hadir dari awal aksi demonstrasi itu bersumpah tidak melakukan seperti yang disampaikan mahasiswa. “Demi Allah saya tidak pernah merekayasa,” tegasnya, berulang-ulang. 

Bila dirinya memang diminta untuk mundur dari jabatan, mahasiswa  itu malah diminta untuk menghadap ke Rektor IAIN Jember. “Pak Rektor yang men-SK saya. Silakan ke Rektor,” pungkasnya. 

(jr/gus/hdi/das/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia