Senin, 11 Dec 2017
radarjember
icon-featured
Features

Insiden Hak Sepatu

Senin, 18 Sep 2017 08:00 | editor : Dzikri Abdi Setia

Insiden Hak Sepatu

(boby pramudya/radar jember)

Koleksi sepatu Yu Inem memang terlampau banyak, tapi yang dipakai cuma yang itu-itu saja. Kalau nggak sepatu kets, ya sepatu kanvas. Berapa kali Yu Inem memakai sepatu dengan hak tinggi, bisa dihitung dengan jari. 

Karena sudah lama tidak dipakai, nggak heran kalau sepatu-sepatu di raknya sudah modal-madil nggak karuan. Bahkan ada juga yang kulitnya mrotoli saking lamanya mangkrak di rak sepatu. 

“Waduh, eman-eman e rek. Tak nggone siji-siji ah,” pikirnya. Maka demikian dipakailah salah satu sepatu high heels koleksinya.

Karena jarang pakai high heels, langkah Yu Inem jadi kurang lancar, tapi lama-lama dia pun terbiasa. Jadi dengan pedenya dia keliling-keliling pakai sepatu tinggi itu. Mulai dari kerja, kuliah, sampai akhirnya berakhir dengan jalan-jalan di pusat perbelanjaan. “Biar kekinian, tak mejeng sik nang mall,” kata dia.

Sepanjang hari, tidak ada masalah yang berarti ketika dia memakai sepatu tinggi ini. Sampai akhirnya dia mampir beli cemilan di mall. Pas tengah-tengah nunggu pesenan, tiba-tiba... CTAK! Hak sepatunya patah!

Yu Inem langsung keringeten adem. Soalnya ini termasuk salah satu sepatu kesayangannya. Dan jelas, kalau salah satu hak sepatunya patah, dia kudu jalan sambil dengklang dong. 

“Waduuuhhh... piye iki mlakune, mosok arep mlaku dengklang?” pikirnya cemas.

Sebelum malu dilihat orang-orang, Yu Inem langsung ambil posisi yang agak mojok. Berbagai cara dia pikirkan agar bisa menempelkan kembali hak sepatu kirinya yang patah. Tapi sayang, semuanya gagal. “Terancam nyeker tekan omah lek ngene carane,” kata dia dalam hati. Tolah-toleh kanan kiri pun tidak ada hasil. “Mosok yo nggolek sandal jepit nang kene,” pikirnya lagi.

Sejurus kemudian, dia teringat salah satu adegan iklan permen era 1990-an yang viral dulu. Yaitu ketika sepatu seorang cewek juga patah ketika di tengah-tengah runway model, kemudian agar bisa berjalan seimbang, dia mematahkan hak sepatu satunya. 

Yu Inem pun langsung beraksi, mengikuti adegan iklan itu. Hak sepatu kanannya langsung ikut dia patahkan dengan paksa. “Gak po-po wes, rusak siji rusak kabeh, pokok mlakune gak dengklang,” ujarnya puas. 

Sepanjang perjalanan dari mall menuju parkiran, tak pelak gaya fashion Yu Inem jadi tontonan pengunjung lainnya. Tapi dia cuek bebek, dan bahkan menganggap dirinya seorang model. Änggep ae dadi model fesyen syow terkenal,” kata dia.

(jr/lin/hdi/das/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia