Minggu, 22 Oct 2017
radarjember
icon featured
Sportainment

Berat, tapi Ada Peluang

Jumat, 15 Sep 2017 19:15 | editor : Dzikri Abdi Setia

PENUH TEKANAN: Ajudya Eka (berdiri) pemain belakang Persid saat berebut bola dengan pemain Deltras Sidoarjo. Di laga ini Persid kalah menyakitkan 0-1, lewat hadiah penalti.

PENUH TEKANAN: Ajudya Eka (berdiri) pemain belakang Persid saat berebut bola dengan pemain Deltras Sidoarjo. Di laga ini Persid kalah menyakitkan 0-1, lewat hadiah penalti. (Deltamania for Radar Jember)

JEMBER – Kekalahan kedua Persid di putaran III Liga 3 PSSI Zona Jawa Timur, membuat langkahnya untuk lolos ke putaran selanjutnya kian berat.

Persid kalah di kandang Deltras Sidoarjo dengan skor 0-1 pada Rabu (13/9). Sebelumnya, Persid juga kalah dalam laga tandang melawan PSPK Kota Pasuruan pada hari Minggu (10/09) lalu. Peluang memang masih ada, namun sangat berat.

Persid baru bisa lolos ke putaran selanjutnya dengan menyandang gelar juara grup, hanya jika Deltras kalah saat tandang ke kandang PSPK pada hari Minggu (17/09) mendatang.

Sebaliknya, Persid wajib menang saat menjamu PSPK di Jember Sport Garden (JSG) Ajung pada Rabu (20/09) mendatang. Jadi, semua tergantung dengan hasil pertandingan lain.

“Kita berharap PSPK di kandangnya bisa mengalahkan Deltras,” tutur pelatih Persid, Achmad Jainuri saat dihubungi Jawa Pos Radar Jember. 

Peta persaingan di Grup G itu memang kian sangat ketat setelah Persid dua kali kalah beruntun. Dengan situasi saat ini, Deltras-lah berada di atas angin.

Tim yang pernah bermain di kasta teratas persepakbolaan nasional itu, kini hanya butuh hasil seri atau minimal 0-0 saat menantang PSPK di Stadion Untung Suropati Kota Pasuruan.

Kepercayaan diri Deltras saat ini meningkat setelah dua kali menang secara beruntun di kandang mereka. 

Kalaupun Deltras tetap berhasil menjadi juara grup, Persid berjanji tetap menampilkan permainan terbaiknya pada laga pamungkas nanti.

“Kalaupun seperti itu, kita mengincari sebagai runner up terbaik untuk bisa lolos lewat jalur playoff,” pungkas Jainuri. 

Setelah dikalahkan Persid dengan skor 2-0 pada laga perdana di JSG pada Ahad (03/09) lalu, Deltras memang bertekad untuk membalas kekalahan tersebut.

Persid saat itu tercatat sebagai tim pertama dan satu-satunya yang bisa mengalahkan Deltras selama pertandingan musim ini. 

“Kita akan balas kekalahan ini dengan skor 3-0,” tutur asisten pelatih Deltras, Adi Putra Setiawan saat itu. Namun, di laga itu Persid hanya kalah 0-1. Itu pun lewat ’bantuan’ hadiah penalti.

Tanda-tanda Deltras berambisi besar mengalahkan Persid, memang sudah terlihat sejak sebelum laga. Tim tuan rumah sengaja meminta pertandingan digelar pada malam hari.

Selama ini, pemain Persid memang tidak terbiasa bermain pada malam hari, terutama faktor cahaya dari lampu stadion yang cukup mengganggu pemain yang belum terbiasa bermain malam hari.

“Padahal selama ini jarang sekali pertandingan digelar malam hari. Karena sewa stadion kalau malam hari tidak murah,” lanjut Jaenuri. 

Persid dipaksa tunduk dengan skor tipis 0-1 dari Deltras Sidoarjo, dalam laga yang digelar di Gelora Delta, Sidoarjo, Rabu (13/09) malam. 

Satu-satunya gol yang tercipta pada laga yang digelar di Gelora Delta Sidoarjo itu adalah gol di menit ke 24. Gol tersebut tercipta melalui tendangan penalti yang dieksekusi oleh striker Deltras, Zainal Abidin. 

Hadiah penalti itu sendiri sempat diprotes keras oleh pihak Persid. Pasalnya, wasit Arya Hadi memberikan penalti setelah striker Deltras lainnya, Sutrisno Hadi, dihadang oleh kiper Persid, Arbi Setyo Utomo di kotak penalti.

“Padahal pemain Deltras itu sudah offside sejak awal, tapi dibiarkan saja oleh wasit,” tutur Jaenuri 

Sepanjang laga, Persid menilai beberapa kali pemain Deltras melakukan pelanggaran seperti offside, namun dibiarkan oleh wasit.

Meski demikian, Jaenuri ‘memaklumi’ kondisi tersebut. “Karena tuan rumah memasang target harus menang,” ujar Jaenuri.

(jr/ad/hdi/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia