Minggu, 24 Sep 2017
radarjember
Radar Jember

Waspada Kebakaran di Puncak Kemarau

Kamis, 14 Sep 2017 20:35 | editor : Dzikri Abdi Setia

JENGGAWAH – Puncak kemarau, kebakaran makin sering saja terjadi. Kemarin, sebuah kebakaran hebat terjadi di Dusun Krajan, Desa Jatisari, Kecamatan Jenggawah.

Lima gudang pengeringan milik warga ludes dilalap api. Empat gudang penuh dengan tembakau basah dan satu gudang masih kosong. 

Gudang tersebut adalah milik empat warga setempat. Yaki milik Nuri, Sholeh, Turiman, dan Halil. 

Tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Saat itu, di salah satu gudang memang sedang ada yang bekerja memilah-milah tembakau.

Namun, pekerja yang diketahui bernama Sutik itu sigap dan cepat keluar. Sehingga, dia lolos dari musibah. 

Kebakaran itu juga merembet ke rumah warga. Tercatat rumah dan dapur milik Siti, 30, juga ludes terbakar. Peristiwa itu terjadi Selasa (12/9) sekitar pukul 23.00.

Berdasarkan informasi warga, api berasal dari gudang milik Nuri, 60. Entah bagaimana awalnya, tiba-tiba api terus membesar.

Tak terkendali, api langsung merembet ke gudang milik Sholeh yang ada di dekatnya. Tapi, angin kencang membuat api semakin membesar dan semakin sulit dikendalikan.

Tak pelak gudang milik Turiman ikut terbakar dan malah merembet ke gudang milik Halil. 

Pemilik dibantu warga sebenarnya sudah bahu-membahu memadamkan api. Mereka terus berusaha memadamkan api dengan air dan peralatan seadanya.

Tapi, api semakin terus membesar, sebuah gudang kosong milik Siti akhirnya juga ikut ludes terbakar.

Mobil damkar juga cepat tiba di lokasi. Namun, saat tiga mobil damkar itu tiba di lokasi, lima gudang dan satu rumah sudah ludes.

Petugas damkar pun akhirnya hanya memadamkan bara yang masih menyala. “Api sangat besar. Kami tidak bisa menyelamatkan tembakau di dalam gudang,’’  ujar Ansori anak Halil, pemilik salah satu gudang. 

Di dalam gudang milik Halil itu, juga ada peralatan pertanian yang sengaja disimpan di sana. DI antaranya mesin traktor.

“Tapi, api cepat sekali membesar hingga kami tak bisa mengeluarkan traktor itu. Sekitar setengah jam semua gudang ludes terbakar,’’ kata Ansori.

Memang, jarak antargudang milik warga itu berdekatan. Bahkan, tiga gudang yang ludes itu masih milik satu keluarga yang memang punya usaha dagang tembakau.

Tembakau yang ada di dalam gudang itu memang bukan hasil panen. Tetapi, hasil membeli dari petani diopen (dikeringkan) sendiri.

Namun, saat itu sedang tidak ada aktivitas pengeringan (open). Memang, ada salah satu gudang yang sedang ada aktivitas.

Yakni di gudang Sholeh. Namun, saat itu, Sutik, pekerja gudang hanyalah memilah-milah tembakau untuk nantinya dikeringkan. “Tidak ada yang ngopen (mengeringkan tembakau),’’ tambah Ansori.

Menurut warga, api diketahui berasal dari gudang milik Nuri. Tak ada orang di gudang itu. Api dengan cepat membesar dan merembet ke gudang-gudang lainnya. Posisi gudang milik Nuri paling selatan. Gudang itu berjajar ke arah utara.  Kebetulan angin malam itu juga mengarah ke utara. “Sangat cepat merembetnya,’’ katanya. 

Kebakaran gudang ini bukan kali pertama. Kejadian kemarin sudah yang ketiga. Pertama kebakaran terjadi pada 2007, 2013 . “Dan kebakaran sekarang ini yang ketiga,’’ ujar Ansori. 

Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta. Sebab, empat gudang yang rata-rata berukuran 12 x 8 meter itu penuh berisi tembakau.

Hanya gudang milik Siti yang masih kosong. Kondisi harga tembakau saat ini juga sedang bagus-bagusnya.

Untuk kualitas jelek saja per kuintal bisa dihargai Rp 3 juta. Sedang kualitas bagus bisa tembus Rp 12 juta per kuintal. 

“Masih untung tiga ekor sapi yang ada di dalam kandang dekat gudang itu berhasil dilepas warga, sehingga tidak ikut terbakar,’’ tambah Ansori.

Kapolsek Jenggawah AKP Udik Budiarso membenarkan telah terjadi kebakaran gudang pengeringan yang penuh dengan tembakau basah.

Dia mengaku saat ini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Saksi-saksi juga tengah diperiksa. 

“Karena saat gudang terbakar itu semua pemilik tidak melakukan aktivitas pengopenan,’’ katanya. 

Dia membenarkan jika kerugian akibat musibah itu sangat banyak. Sebab, hampir semua gudang berisi penuh tembakau. “Harga tembakau juga sedang bagus,’’ tukasnya.

(jr/jum/ras/das/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia