Selasa, 21 Nov 2017
radarjember
icon featured
Kesehatan

Cemas Berlebihan Bisa Berbahaya

Kamis, 14 Sep 2017 19:40 | editor : Dzikri Abdi Setia

TAK PERLU KE RUMAH SAKIT: Jika  perasaan cemas masih termasuk kategori sedang tidak perlu diperiksa ke rumah sakit. Terapi kalau sudah masuk kategori berat memang perlu segera di bawa ke rumah sakit.

TAK PERLU KE RUMAH SAKIT: Jika perasaan cemas masih termasuk kategori sedang tidak perlu diperiksa ke rumah sakit. Terapi kalau sudah masuk kategori berat memang perlu segera di bawa ke rumah sakit. (RSD DR SOEBANDI JEMBER FOR RADAR JEMBER)

JEMBER-Bagaimana mestinya kita menyikapi rasa cemas? Hal itu tergantung dari kadar kecemasan yang kita rasakan.

Cemas yang masih dalam kategori sedang merupakan hal yang bermanfaat dalam kehidupan manusia. Baru dikatakan berbahaya saat cemas sudah masuk kategori berat atau berlebihan.

Ahli Kejiwaan RSD Soebandi dr Justina Evy T SpKJ memaparkan, pada dasarnya, kecemasan merupakan hal wajar terjadi pada setiap orang.

Dalam situasi terancam, secara fisik dan mental sistem pertahanan tubuh akan meresponnya dalam bentuk kecemasan. “Tubuh akan bersiap antara fight atau flight,” ujarnya.

Untuk itulah, kata dia, munculnya kecemasan tidak selalu menjadi pertanda gangguan jiwa.

Kecemasan merupakan sebuah perasaan yang sifatnya subjektif mengenai ketegangan mental yang menggelisahkan.

Faktor fisik, vertigo, neurologik, menopause, dan beberapa jenis penyakit seperti kencing manis, jantung koroner, dan yang lainnya juga bisa memicu kecemasan. Penderita sejumlah gangguan tersebut memiliki risiko kecemasan yang cukup tinggi. 

Lantas, pendekatan holistik diperlukan dalam mengatasi kecemasan berkategori berat. Pengobatan fisik saja atau farmakoterapi saja tidaklah cukup. Terapi  relaksasi juga dianggap penting.

Menurut dia, terapi relaksasi melalui yoga, tai chi, dan senam memiliki kemampuan untuk menormalisasi kondisi tubuh, seperti memperlambat denyut jantung dan menurunkan tekanan darah.

“Untuk itu, saat tiba-tiba muncul gejala kecemasan, seperti: jantung berdebar, berkeringat, gemetar, pusing, dan beberapa yang lainnya, sangat dianjurkan untuk melakukan upaya relaksasi sebelum kemudian merujuk ke ahli jiwa,” ujar Evy.

(jr/aro/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia