Kamis, 23 Nov 2017
radarjember
icon featured
Radar Jember

Tewas Disambar Sri Tanjung

Kamis, 14 Sep 2017 19:00 | editor : Dzikri Abdi Setia

DIEVAKUASI : Mayat Nur Hayati, 37, dievakuasi warga setelah disambar KA Sri Tanjung di perlintasan tanpa palang pintu di Dusun Sadengan, Desa Rowo Tengah, Sumberbaru.

DIEVAKUASI : Mayat Nur Hayati, 37, dievakuasi warga setelah disambar KA Sri Tanjung di perlintasan tanpa palang pintu di Dusun Sadengan, Desa Rowo Tengah, Sumberbaru. (Kapolsek Sumberbaru For Radar)

SUMBERBARU – Perlintasan Kereta Api (KA) tanpa palang pintu kembali memakan korban jiwa.

Kali ini Nurhayati, 37, warga Dusun Racekan, Desa Pringgowirawan, Sumberbaru meregang nyawa tertabrak KA Sri Tanjung sekitar pukul 10.00.

Korban yang diketahui dalam pengawasan dokter jiwa itu nyelonong saat KA Sri Tanjung melintas. 

Sebelumnya tiga nyawa melayang setelah tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu di Dusun Krajan Kidul, Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru.

Tewasnya Nurhayati menambah daftar korban jiwa di perlintasan  tanpa palang pintu di Jember. 

Peristiwa nahas terjadi di perlintasan KA, tepatnya di utara perempatan Sadengan Desa Rowotengah. Korban tertabrak kereta api Sri Tanjung dengan Loko CC 2018353 dengan masinis Arile dan Asisten masinis Ari S. Korban tewas di lokasi setelah tertabrak dari arah timur.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut, langsung mendatangi TKP dan melaporkan ke Polsek Sumberbaru.

Untuk mengevakuasi korban yang mengalami luka berat itu harus menunggu mobil patroli polsek bahkan korban terlempar beberapa meter. Setelah dievakuasi langsung dilarikan ke kamar mayat Puskesmas Tanggul.  

Memang korban ini sering melintas di pinggir jalan sendirian. Tetapi saat melintas di perlintasan kereta tanpa palang pintu itu bersama dengan kereta Sri Tanjung dari arah timur.

Karena jarak yang terlalu dekat, warga yang mengetahui korban melintas tidak bisa memberikan pertolongan.

Kapolsek Sumberbaru AKP Edy Sudarto setelah menerima laporan langsung mendatangi ke TKP bersama anggota lainnya.

“Korban disambar kereta saat mau menyeberang rel. Bersamaan saat korban di tengah rel, muncul kereta dari arah timur langsung menyambar korban,” ujar Edy.

"Informasinya dari saksi, korban mau menyeberang. Tapi tertabrak kereta Sri Tanjung jurusan Banyuwangi - Surabaya,” imbuhnya.  

Masih menurut Edy, korban diketahui kondisi kejiwaannya dalam pengawasan dokter karena mengalami gangguan kejiwaan. "Kata keluarganya, korban pernah dirawat di RS Jiwa Lawang," pungkas Edy.

(jr/jum/aro/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia