Jumat, 24 Nov 2017
radarjember
icon featured
Radar Jember

Tembakau Berkilau, Lombok Anjlok

Rabu, 13 Sep 2017 20:00 | editor : Dzikri Abdi Setia

Tembakau Berkilau, Lombok Anjlok

AMBULU  – Harga tembakau sedang bagus-bagusnya tahun ini. Komoditas berjuluk daun emas ini naik sampai 10 kali lipat dibandingkan dengan harga tahun-tahun sebelumnya. Tapi sebaliknya, harga lombok benar-benar anjlok. Per kilogram hanya tembus Rp 4.000. 

Sayang, ketika harga sedang bagus-bagusnya, tak banyak petani yang menanam tembakau musim ini. Agak menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Boleh jadi, mereka trauma dengan tahun sebelumnya, banyak  tembakau rusak karena cuaca. Pantauan Jawa Pos Radar Jember, para petani lebih memilih untuk menanam komoditas lainnya seperti padi dan jagung. 

Bukhori, petani asal Karanganyar Ambulu mengatakan, harga tembakau saat ini sangat bagus. Dia mengaku merasa sangat beruntung menanam tembakau Na Oogst. “Tembakau tahun ini kualitasnya jempolan. Cuacanya sangat bagus,” ucap Bukhori. 

Dia mengaku tidak menyangka jika tahun ini tembakau begitu bagus. Ini lantaran, selama dua tahun terakhir dia selalu gagal dan hasilnya tidak memuaskan. Karena gagal di tahun sebelumnya, kali ini dia tidak menanam terlalu banyak.

Dia khawatir kualitas tembakau jelek dan harga jeblok lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. “Yah pokok nanam untung-untungan saja,” ucapnya lalu tersenyum. 

Dia mengaku, asal saja menanam tembakau. “Antara niat dan gak niat,’’ terangnya. Namun ternyata hasilnya di luar dugaan. Tembakau miliknya tahun ini sangat bagus. Bukan hanya bagus dari sisi kualitas, namun dari sisi harga juga menggila. Pasalnya, tembakau miliknya laku di luar perkiraannya. “Yang koseran (kualitas jelek) saja laku,” ucapnya penuh heran.

Dirinya mengatakan harga tembakau koseran mencapai sekitaran Rp 2 juta per kuintalnya. Padahal, tahun lalu dan sebelumnya sama sekali tidak bisa terjual. 

Yang bisa dijual adalah untuk tembakau dengan kualitas yang benar-benar super dengan harga sekitar Rp 500 ribu per kuintalnya. Namun, untuk tahun ini harganya bisa melonjak cukup bagus. “Kabarnya ada yang laku sampai Rp 6 juta per kuintalnya,” terang Bukhori kemarin. 

Masykur, kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distan HP) mengakui memang ada lonjakan harga tembakau yang fantastis. Dirinya mengakui petani tembakau yang nekat menanam yang beruntung tahun ini. Pasalnya, mereka bertarung dengan risiko tembakau tidak laku setelah empat tahun terakhir pasar yang lesu.

“Tahun ini pas sekali. Cuaca bagus sekali sehingga kualitas tembakau tahun ini jempolan,” ucap Masykur. Selain itu, hal ini juga dipengaruhi oleh kebutuhan produsen alias eksporter tembakau yang memang sedang membutuhkan barang. Pasalnya, sejumlah produsen memang selama tiga tahun terakhir seperti ngirit melakukan pembelian tembakau kepada petani rakyat ini.

Oleh karena itu, saat gudang mereka sudah kosong, makanya mulai membuka pembelian kepada petani. Ditambah lagi, kualitasnya memang sedang bagus-bagusnya. “Bahkan saat bukaan pertama seminggu yang lalu harganya menembus Rp 5,1 juta per kuintal,” jelasnya. Selain itu, untuk yang kualitas koseran bahkan bisa laku sampai Rp 3,3 juta. 

Harga ini diakui Masykur jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Di mana untuk tahun lalu harganya untuk yang kualitas baik sekitar Rp 500 ribu per kuintal. Pihaknya pun juga meminta kepada gudang eksporter untuk terus membeli tembakau petani yang sedang bagus-bagusnya ini.

Di mana sejauh ini sejumlah gudang yang sudah akan buka masih Djarum. Selain itu, Gudang Garam kabarnya juga akan melakukan pembelian tembakau petani di Jember. Pihaknya masih menunggu sejumlah gudang lain untuk melakukan pembelian kepada daun tembakau petani di Jember.

Harga tembakau yang melambung tinggi ini diapresiasi Imam Suyuti, anggota Komisi B DPRD Jember kemarin. Dirinya mengatakan bahwa ini menjadi kebangkitan bagi petani tembakau di Jember. “Selama tiga empat tahun ini kan petani tembakau terpuruk,” ucapnya menambahkan.

Oleh karena itu, dengan harga yang melambung tinggi lagi diharapkan menjadi momentum bagi petani tembakau untuk kembali lagi percaya dengan potensi daun emas ini. Pasalnya, diakuinya sudah cukup banyak petani tembakau yang mulai meninggalkan tembakau. “Bahkan sudah banyak gudang openan yang tutup,” jelasnya. 

Sehingga hal ini diharapkan terus bisa bertahan hingga tahun-tahun selanjutnya. Dengan harapan tentunya ikon Jember yang merupakan daun tembakau bisa tetap terjaga dengan peningkatan harga ini. Namun, pihaknya berharap petani tidak langsung euforia dengan menanam tembakau sebanyak-banyaknya karena harganya tahun ini melonjak.

“Tetap harus melihat data dari dinas perkebunan (Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura) tentang cuaca dan kebutuhan tembakau,” tuturnya. Sehingga petani bisa melihat seberapa besar kebutuhan produsen dan perubahan cuaca yang ada di Jember. Dengan harapan kualitas tembakau tetap bisa terjaga dengan baik. 

(jr/ram/ras/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia