Senin, 25 Sep 2017
radarjember
Radar Jember

Residivis Ndlosor Ditembak

Rabu, 13 Sep 2017 19:20 | editor : Dzikri Abdi Setia

DIKELER: Tersangka Ahmadi, 40, terpaksa ditembak bagian kaki kirinya karena berusaha kabur saat akan ditangkap pukul 02.30  Selasa (12/9) pagi.

DIKELER: Tersangka Ahmadi, 40, terpaksa ditembak bagian kaki kirinya karena berusaha kabur saat akan ditangkap pukul 02.30 Selasa (12/9) pagi. (Jumai/Radar Jember)

JENGGAWAH – Pelarian Ahmadi, 40, warga Dusun Karangkokap, Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah  berakhir di ujung pistol polisi.  Residivis yang enam bulan buron karena mencuri perhiasan 15 Maret lalu itu, pukul 02.30 Selasa dini ndlosor.  

Kaki kirinya bolong ditembus timah panas polisi. Polisi terpaksa menembak karena tersangka berusaha melarikan saat akan ditangkap. 

Menurut sumber Jawa Pos Radar Jember, tersangka Ahmadi bersama Jamaludin, 22, warga Dusun Grujukan, Desa Jatisari, Kecamatan Jenggawah, ditangkap anggota Reskrim Polsek Jenggawah. Dia diduga kuat melakukan pencurian dengan pemberatan di rumah Dewi Kasih, 25, warga Dusun Krajan Utara, Desa Kertonegoro, Jenggawah 15 Maret 2017.

Kedua pelaku ini masuk ke rumah korban dengan cara mencongkel jendela samping. Keduanya memang bersama-sama masuk ke dalam rumah korban. Dari dalam rumah korban, pelaku berhasil membawa barang berharga berupa perhiasan gelang. Selain membawa perhiasan, pelaku juga menggasak uang tunai Rp 3,5 juta, 1 buah laptop dan 1 buah HP.

Perhiasan berupa gelang milik korban oleh tersangka langsung diserahkan ke istri Ahmadi. Pada 25 Maret 2017 istri tersangka (Ahmadi, Red) berusaha menjual gelang di salah satu toko emas di Ambulu. 

Tidak disangka, korban yang kebetulan ke toko emas bertemu istri Ahmadi yang hendak menjual gelang tersebut. Korban ingat betul dengan gelang yang dijual oleh istri Ahmadi tersebut.

Apalagi istri Ahmadi menjual gelang ke toko emas di Ambulu tidak dilengkapi dengan surat resmi pembelian. Karena curiga akhirnya korban (Dewi Kasih, Red) melaporkan ke petugas Polsek Jenggawah.

Atas laporan itu, polisi bergerak. Selanjutnya istri Ahmadi diamankan di Toko Emas Ambulu. Yang selanjutnya dibawa ke Polsek Jenggawah. Kini istri Ahmadi mendekam di lapas kelas II A Jember. Tertangkapnya istri Ahmadi membongkar identitas dua pelaku yang membobol rumah Dewi Kasih. 

Begitu tahu istri Ahmadi ditangkap polisi, kedua pelaku langsung kabur ke luar Jember. Nah, merasa aman setelah enam bulan kabur, keduanya kembali ke Jember. Lantas, polisi mendapatkan informasi keduanya pulang. Polisi langsung bergerak menyusun rencana penyergapan. 

Pertama polisi menangkap tersangka Jamaludin, 22, warga Dusun Grujukan, Desa Jatisari, Jenggawah pukul 02.00 Selasa (12/9). Setelah dikembangkan polisi langsung menangkap Ahmadi, 40, warga Dusun Karangkokap, Desa Sruni, Jenggawah pukul 02.30. “Tetapi saat akan ditangkap Ahmadi berusaha kabur sehingga terpaksa ditembak bagian kakinya,” ujar Kapolsek Jenggawah AKP Udik Budiarso melalui Kanit Reskrim Aiptu Ahmad Rinto.

Kedua tersangka bakal dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. 

(jr/jum/aro/das/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia