Jumat, 24 Nov 2017
radarjember
icon featured
Pendidikan

Malaysia Belajar Pesantren di IAIN Jember

Rabu, 13 Sep 2017 18:40 | editor : Dzikri Abdi Setia

BELAJAR KEPESANTRENAN: Tim pemerintah Malaysia saat melihat langsung kajian Islam Nusantara di IAIN Jember.

BELAJAR KEPESANTRENAN: Tim pemerintah Malaysia saat melihat langsung kajian Islam Nusantara di IAIN Jember. (Bagus Supriadi/Radar Jember)

JEMBER - Kajian pesantren yang dikembangkan oleh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember menarik perhatian pemerintah Malaysia.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengirim utusan khusus untuk belajar ke kampus IAIN Jember Rabu (6/9). Mereka melihat  langsung dan mempelajari kajian pesantren selama dua hari. 

Datuk Dr Aziz Jamaludin Mhd Tahir, pimpinan rombongan Pemerintah Malaysia mengatakan pihaknya berencana mendirikan perguruan tinggi di Malaysia konsentrasi kajian dan pengembangan Islam Nusantara, fokus pada kepesantrenan. “Karena gerakan radikalisme sudah mulai masuk ke Malaysia dan mengusik kerukunan umat beragama,” katanya.

Sehingga  Pemerintah Malaysia ingin mempelajari pendidikan Islam Nusantara untuk mencegah masuknya radikalisme. Apalagi  Perdana Menteri Malaysia sudah memberikan restu untuk pembangunan perguruan tinggi Islam tersebut.

Harapannya, bisa  menjadi pusat penelitian dan pengembangan Islam ahlusunnah wal jamaah ala Islam Nusantara seperti yang diterapkan di IAIN Jember.

Dia menjelaskan Islam Nusantara yang dikembangkan IAIN Jember memiliki ciri khas kajian kepesantrenan. Pesantren memiliki peranan penting dalam melahirkan beberapa  ulama besar. Mereka  menjadi pemimpin umat dengan mengedepankan kerukunan, perdamaian, dan persatuan.

Di Malaysia, lanjut dia, banyak cendekiawan muslim yang tergabung dalam lembaga Organization of Malaysian Islamic Wisdom (OMIW) yang  konsisten mempromosikan Islam  damai, sejuk dan menentramkan. Namun belakangan ada pihak-pihak yang mencoreng Islam dengan melakukan tindakan radikalisme dan mengusik ketenangan umat beragama.

“Tahap awal, kami akan mengadakan seminar atau simposium untuk pendirian lembaga kami dengan mengundang para cendekiawan dari Indonesia, seperti rektor IAIN Jember,” tambahnya.

Rektor IAIN Jember Prof Dr H Babun Suharto SE MM menyambut baik dan mendukung rencana pemerintah Malaysia tersebut. Bahkan dia mengapresiasi karena bisa menjadikan IAIN Jember sebagai kampus percontohan penerapan Islam Nusantara. Sehingga pihaknya  dan beberapa rektor dari perguruan tinggi Islam negeri di Indonesia akan mengawal pendirian lembaga tersebut.

“Kami akan datang ke sana  mendampingi  dan menularkan kajian-kajian kepesantrenan kepada saudara serumpun di Malaysia,” paparnya.   Menurutnya dia IAIN Jember konsisten mengembangkan Islam Nusantara dengan kajian  Kepesantrenan. Sehingga, siapa saja yang akan mempelajari pesantren di Indonesia pusatnya  di IAIN Jember. 

(jr/gus/aro/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia