Rabu, 20 Sep 2017
radarjember
Kesehatan

Stroke Dapat Mengintai Siapa Saja

Rabu, 13 Sep 2017 18:20 | editor : Dzikri Abdi Setia

Konsultasi Stroke: dr Lely Martha Uli, SpS saat memberikan penjelasan seputar stroke kepada salah satu pasien saat praktik di RS Bina Sehat Jember

Konsultasi Stroke: dr Lely Martha Uli, SpS saat memberikan penjelasan seputar stroke kepada salah satu pasien saat praktik di RS Bina Sehat Jember (RSBS for radar jember)

JEMBER - Stroke termasuk penyakit yang cukup sering didengar. Meskipun begitu, ternyata masih banyak orang yang keliru karena mengidentikkan stroke dengan lumpuh pada kalangan usia tua.

Padahal stroke tak sebatas itu saja. Di ruang praktik  Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember, dr Lely Martha Uli SpS memberikan penjelasan seputar stroke.

Dijelaskan, stroke merupakan gangguan fungsi otak yang terjadi karena adanya penyumbatan, penyempitan, atau pecahnya pembuluh darah pada otak sehingga pasokan darah dan oksigen yang menuju otak berkurang. Inilah yang menimbulkan kerusakan atau matinya sel saraf pada otak. 

Gejalanya antara lain fungsi penglihatan berkurang dan fungsi kognitif atau memori terganggu, sehingga mendadak lupa dengan lingkungan sekitar, tergantung pada otak bagian mana yang diserang. Ini menunjukkan, bahwa gejala stroke tidak hanya berupa kelumpuhan pada separo anggota badan. Oleh karena itu, penting untuk membawa pasien lebih awal karena dapat menurunkan angka kematian dan kecacatan.

“Stroke menyerang pembuluh darah di bagian otak dan terjadi secara mendadak. Jika pasien yang terserang stroke segera dibawa berobat dalam kurun waktu kurang dari 6 jam (golden periode), maka angka kesembuhannya tinggi,” jelas dr Lely.

Stroke disebabkan oleh beberapa faktor antara lain faktor risiko medis dan faktor risiko perilaku. Hipertensi, gangguan jantung, dan genetik termasuk dalam faktor risiko medis. Sedangkan faktor risiko perilaku terdiri dari pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok, penyalahgunaan obat, dan konsumsi alkohol. “Dulu, angka kejadiannya identik pada usia tua. Tapi dengan faktor risiko yang ada tidak menutup kemungkinan stroke juga menyerang siapa saja tanpa mengenal usia,” ujar dokter spesialis saraf yang praktik tiap Selasa dan Jumat.

Menurut dr Lely, stroke dapat dicegah dengan beberapa cara. Misalnya, rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah. Cara ini merupakan bagian vital untuk pencegahan stroke. Jika tekanan darah tinggi, selanjutnya melakukan usaha untuk menurunkan. Selain itu, melakukan olah raga guna mencegah terjadinya obesitas. Memiliki badan yang ideal dapat menurunkan risiko terkena stroke.

“Tidak kalah pentingnya yaitu menjalani pola makan sehat dengan mengonsumsi banyak buah, sayuran, ikan serta menghindari makanan yang mengandung lemak tinggi atau terlalu manis,” sebut alumni Universitas Airlangga tersebut.

dr Lely juga mengimbau siapa pun untuk selalu siap dan sigap jika sewaktu-waktu ada keluarga yang terserang stroke agar segera dibawa ke rumah sakit supaya bisa dilakukan pemeriksaan dan pengobatan lebih dini. Terkait hal ini, RS Bina Sehat Jember siap untuk melayani CT-Scan bagi pasien yang mengalami gejala stroke guna mengetahui lokasi dan luasnya stroke yang menyerang bagian otak. “Jika pasien dibawa lebih awal akan memudahkan pemeriksaan guna mengetahui otak bagian mana yang diserang,” pungkasnya.

Oleh karena itu, bagi yang ingin berkonsultasi atau mulai merasakan gejala stroke, hendaknya segera datang ke Poli Saraf Rumah Sakit Bina Sehat Jember di Jl Jayanegara No. 7 Jember, atau menghubungi bagian pendaftaran di nomor (0331) - 412361. 

(jr/aro/das/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia