Sabtu, 23 Sep 2017
radarjember
Pendidikan

Kuliah Perdana Maba Polije Kampus Bondowoso

Rabu, 13 Sep 2017 18:00 | editor : Dzikri Abdi Setia

Kuliah Perdana: Bupati Bondowoso Drs Amin Said Husni didampingi Direktur Polije Dr Ir Nanang Dwi Wahyono MM dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pada Momentum Kuliah Perdana Maba Polije Kampus Bondowoso di Pendapa Pemkab Bondowoso

Kuliah Perdana: Bupati Bondowoso Drs Amin Said Husni didampingi Direktur Polije Dr Ir Nanang Dwi Wahyono MM dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pada Momentum Kuliah Perdana Maba Polije Kampus Bondowoso di Pendapa Pemkab Bondowoso (POLIJE FOR RADAR JEMBER)

JEMBER - Rona bahagia terpancar dari raut wajah 101 mahasiswa baru (maba) Politeknik Negeri Jember (Polije) kampus Bondowoso Senin (11/9) kemarin.

Mereka mengikuti kuliah perdana yang dilaksanakan di Pendapa Pemkab Bondowoso. Mereka terdiri dari 43 maba dari program studi (prodi) Teknik Informatika, 19 maba prodi Teknologi Industri Pangan dan 39 maba dari prodi Manajemen Agribisnis.

Kuliah perdana membawa tema “Peran Pendidikan Tinggi Vokasi dalam Memajukan Perekonomian Bondowoso”. Itu disampaikan Bupati Bondowoso Drs Amin Said Husni.

Orang nomor satu  Bondowoso itu mempresentasikan peluang sumber daya alam maupun produk unggulan Bondowoso yang membutuhkan sentuhan teknologi. Agar mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi dan berdaya saing.

“Dengan pembukaan Polije kampus Bondowoso ini akan berdampak adanya transfer teknologi pada aspek teknologi proses, pemasaran untuk meningkatkan daya saing dan kesejahteraan masyarakat,” tutur Bupati Bondowoso Drs Amin Said Husni. 

Selain Direktur Polije Dr Ir Nanang Dwi Wahyono MM, jajaran pimpinan Polije yang hadir adalah Wadir Bidang Akademik Ir Abi Bakri MSi, Wadir Bidang Umum dan Keuangan Saiful Anwar STP, Wadir Bidang Kemahasiswaan Muh Munih Dian Widianta SKom MT. Kemudian Kepala Badan Kerjasama Dr Ir Nantil Bambang Eko S Msi. Serta para Ketua Jurusan, Ketua Prodi dan Kepala Laboratorium yang menaungi prodi yang ada di kampus Bondowoso.

Dalam sambutannya Nanang Dwi Wahyono menyampaikan Polije kampus Bondowoso mempunyai standarisasi yang sama dengan kampus Polije yang di Jember. “Kualifikasi Dosen pengampunya, kurikulum dan sistem penjaminan mutunya sama dengan yang ada di kampus induk Jember,” terangnya.

Menurut dia, kondisi dan jumlah maba Polije kampus Bondowoso mengingatkan situasi ketika penerimaan maba pada awal tahun 1989. Sinergi dengan Pemkab Bondowoso diyakini akan mempercepat perkembangan kampus Bondowoso dan dampaknya akan juga bermanfaat untuk menunjang pembangunan Kabupaten Bondowoso juga. “Kami mengharap dukungan pihak Pemkab Bondowoso khususnya untuk memberikan beasiswa agar akses dan animo lulusan SMA/SMK/MA untuk melanjutkan ke jenjang PT vokasi dapat meningkat di masa mendatang,” pinta Nanang.

Pada lanjutan kuliahnya, Bupati Bondowoso memaparkan urgensi dan strategisnya manfaat dan dampak lulusan PT vokasi pada percepatan pembangunan. PT vokasi seperti Polije dengan dukungan kurikulum yang lebih banyak memberikan proporsi praktikum, akan menghasilkan lulusan kompeten dan berdaya saing. “Semua negara yang industrinya maju seperti Austria, Jepang, Taiwan dan lainnya banyak didukung SDM lulusan PT vokasi,” ujarnya.

Menurut dia, jumlah PT vokasi di negara industri maju seimbang atau bahkan lebih banyak dibanding PT akademis. Kondisi sebaliknya terjadi di Indonesia, jumlah PT vokasinya masih sekitar 7 persen. “Keberadaan PT vokasi akan mampu membangun akselerasi proses industrialisasi dan pengembangan industri yang berbasis masyarakat,” tandas Amin Said Husni.

Di bagian penutup bupati Bondowoso mengucapkan selamat memulai perkuliahan sebagai maba Polije kampus Bondowoso. “Kami akan mendorong khusus lulusan SMK di Bondowoso yang jumlahnya lebih banyak dari SMA-nya dapat memanfaatkan keberadaan kampus Bondowoso ini, untuk meningkatkan kwalitas SDM yang tentunya akan meningkatkan geliat pembangunan di Bondowoso,” pungkasnya.

(jr/aro/das/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia