Sabtu, 25 Nov 2017
radarjember
icon featured
Features

Kebanyakan Gaya Bikin Panggung Pelaminan Ambruk

Rabu, 13 Sep 2017 17:00 | editor : Dzikri Abdi Setia

Kebanyakan Gaya Bikin Panggung Pelaminan Ambruk

Khayalan tingkat tinggi sebelum naik pelaminan berdampak pada hari H nya. Seperti keluarga Cong Kenek ini. Panggungnya sampai ambruk karena kebanyakan tingkah

Tiga hari sebelum pernikahannya, Cong Kenek asal Tekung menyebarkan undangan. Teman, rekan kerja sampai senior-seniornya di kampus dikirimi. “Mas, pokoke engkok kudu teko, poto-potoan kabeh,” pintanya pada Man Kapit seniornya. “Iyeh lah,” singkatnya.

Setelah waktu yang diutunggu tiba, lelaki 27 tahun itu naik pelaminan. Ucapan selamat mengalir dari semua tamu. Tangannya juga sampai lecet bersalaman. Satu-persatu tamu dipersilahkan naik untuk foto bareng dengan gaya Cong Kenek yang seabrek.

Selanjutnya tibalah giliran teman kampusnya. Semua diminta naik pelaminan untuk foto bareng. Ya mirip-mirip foto ala kesebelasan sepakbola gitu. Tanpa diduga, suara terdengar kencang dari bawah panggung. JEDDAK!!!.. BRUAK!!...

Seketika itu, belasan orang diatas panggung terkejut. Ada yang lari, lompat, bahkan ada yang tersungkur. Suasana pernikahanpun geger. “Adiah, kok ambruk rek,” kata Cong Kenek. “Tenang-tenang, harap tenaang,” kata Mat Tasan temannya.

Petugas dipanggil untuk membetulkan. Namun, karena kerusakannya patah dan parah, harus nunggu beberapa jam. “Adiah, iso isin aku neng mas Man Kapit. Gak sido poto-potoan iki,” batin Cong Kenek ketika melihat Man Kapit sedang memarkir mobilnya.

Saat ketemu, Man Kapit memberi ucapan selamat. “Selamat ya Cong. Saiki duduk arek cilik, wes duwe bojo awakmu iki. Ojok nge-room tok ae,” ucap Man Kapit. “Iya mas. Sepurane mas sing akeh,” ucap Cong Kenek.

Man Kapit bertanya-tanya mengapa Cong Kenek minta maaf. “Onok opo kok njaluk sepuro kowe,” tanya Man Kapit. “Anu mas, anuu, panggung pelaminane ambruk mas. Gak iso gawe poto-potoan sementara,” ucap Cong Kenek.

Man Kapit bersama rombongan yang datang itupun langsung ngakak-ngakak. “Iki panggung wes diambrukne. Iso-iso kasure rempak kabeh engkok,” sindir Mat Nganu teman Man Kapit.

Ungkapan itu membuat seisi tamu undangan mingkel-mingkel. Cong Kenek memang awalnya malu-malu. Namun, perlahan-lahan dia ikutan larut dalam canda-tawa.

Diassat itulah Man Kapit meledek lagi. “Jok neng-senengan awakmu Cong. Engkok bengi ndak usah gawe kasur. Ben aman turu nisor ae. Wedi ambruk pisan,” ucapnya yang bikin tamu lain tak bisa berhenti tertawa.

(jr/fid/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia