Sabtu, 25 Nov 2017
radarjember
icon featured
Kesehatan

LP2M Unej Garap Lansia

Rabu, 13 Sep 2017 09:00 | editor : Dzikri Abdi Setia

MANFAATKAN TANAMAN LOKAL: Sekitar  60 lansia asal Desa Darsono, Kecamatan Arjasa, antusias mengikuti pelatihan memanfaatkan tanaman lokal menjadi minuman sehat.

MANFAATKAN TANAMAN LOKAL: Sekitar 60 lansia asal Desa Darsono, Kecamatan Arjasa, antusias mengikuti pelatihan memanfaatkan tanaman lokal menjadi minuman sehat. (LP2M UNEJ FOR RADAR JEMBER)

JEMBER - Semakin meningkatnya kelompok masyarakat lanjut usia (lansia)  akan berdampak pada semakin meningkatnya pelayanan, terutama kesehatan bagi mereka.

Hal ini tentunya menjadi tanggung jawab semua pihak. Baik pemerintah maupun perguruan tinggi. 

Menyikapi hal tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada masyarakat (LP2M) Universitas Jember (Unej) melakukan pengabdian masyarakat.

Salah satunya melalui  program Ipteks bagi masyarakat Lansia (IbM). Beberapa dosen Fakultas Kedokteran Gigi  (FKG) Unej, antara lain drg Suhartini M Biotech, drg Tantin Ermawati MKes, dan Dr drg Syahreni Hamzah.

Mereka melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu wujud Tri Darma Perguruan Tinggi. 

Melalui program IbM tersebut, LP2M Unej tim dosen dari FKG, sebagai pelaksana, mengajak kepada masyarakat yang sudah Lansia agar dapat hidup mandiri, produktif, sehat dan bahagia, dengan memanfaatkan tanaman lokal di sekitar tempat tinggal mereka. 

Kegiatan yang berlangsung Senin 11 September kemarin, meliputi pelatihan dan penyuluhan melalui kader Lansia tentang metode pengeringan dan rebusan dari tanaman lokal seperti kunyit, jahe, serai, dan tanaman lain yang mudah mereka dapatkan. 

Menurut drg Suhartini M.Biotech, kegiatan tersebut dihadiri oleh pemegang program Lansia dari Puskesmas Arjasa, kader Lansia dan sekitar 60 orang.

Para Lansia terlihat antusias dan bersemangat untuk mempraktikkan cara pemanfaatan tanaman lokal yang mudah mereka dapatkan menjadi minuman kesehatan yang higienis, murah dan bermanfaat. 

drg Suhartini M.Biotech menambahkan, selama ini para Lansia biasanya mendapatkan minuman ini dengan membeli.

Dengan adanya kegiatan  tersebut, kata dia, maka secara ekonomis mereka belajar juga untuk lebih produktif.

“Diharapkan para Lansia ini dapat mandiri dalam meningkatkan derajat kesehatan mereka, sehingga hidup mereka lebih bahagia dan sejahtera,” terangnya. 

Dalam kegiatan tersebut, kata dia,  puluhan Lansia tampak semangat mengikuti setiap tahapan praktik membuat minuman kesehatan yang higienis.

“Mereka banyak bertanya kepada dosen FKG Unej yang menjadi pematerinya. Terutama tentang tata cara pengolahan dan manfaat yang didapatkan  dari minuman kesehatan tersebut,” pungkasnya. 

(jr/aro/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia