Kamis, 23 Nov 2017
radarjember
icon featured
Radar Jember

Buru SKCK demi Pegawai Negeri

Selasa, 12 Sep 2017 19:30 | editor : Dzikri Abdi Setia

Para pendaftar CPNS berduyun-duyun mengajukan SKCK di Polres Jember.

Para pendaftar CPNS berduyun-duyun mengajukan SKCK di Polres Jember. (jumai/radar jember)

JEMBER - Pemerintah membuka rekrutmen penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS), untuk pemerintah pusat dan daerah tahun ini. Kondisi itu membuat pelayanan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) di Jember langsung meningkat.

Seperti yang diungkapkan Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo, peningkatan pelayanan SKCK di Polres Jember sampai 30 persen. Sebelum ada penerimaan CPNS, pihaknya melayani permohonan SKCK antara 90 hingga 100 orang per harinya. “Tapi sekarang bisa tembus 125 sampai 130 pemohon,” katanya, Senin (11/9) kemarin.

Menurutnya, data yang berhasil dihimpun, diakui pemohon mengajukan SKCK untuk persyaratan CPNS. Meski demikian, adanya peningkatan pemohonan itu diakuinya tidak membuat pihaknya kewalahan. “Masih bisa kami atasi,” akunya.

Sebab kata Kusworo, selain pelayanan ada di Polres Jember, masyarakat juga bisa mengurus SKCK di masing-masing polsek. “Saat ini rata-rata pengajuan SKCK di polsek jajaran ada sekitar 20 pemohon,” ungkapnya.

Kata Kusworo, kepolisian tidak akan sampai luput mengidentifikasi pemohon SKCK. Semisal, ada seorang yang sebelumnya pernah tervonis persoalan hukum, pihaknya pun akan mencatatnya di SKCK yang bersangkutan.

Sebab, Polres Jember memiliki sistem criminal record yang terintegrasi.

Sementara di tempat yang berbeda, Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Jember, Sri Wahyuniati, mengakui masih belum ada pengaruh permohonan administrasi kependudukan (adminduk), meski sudah ada rekrutmen CPNS.

Seperti yang terdata di kantor dinasnya, setiap harinya dispendukcapil, melakukan pelayanan perekaman e-KTP, KK, dan Akta Kelahiran, sekitar 500 orang. Namun, itu tidak hanya tersentral di kantornya. Melainkan, juga tersebar di semua kantor kecamatan.

Sebab kata Yuni, untuk memberi pelayanan optimal, dinasnya membuka pelayanan sampai ke kecamatan dan bahkan, ada pula pelayanan on the spot ke desa-desa. “Soal pelayanan perekaman adminduk, di tempat kami masih belum ada lonjakan permintaan yang sangat signifikan,” akunya.

Meski demikian, Yuni, juga menjamin blanko adminduk untuk Jember sampai hari ini masih aman.

Bahkan, meski ketersediaan blanko di kantornya masih menumpuk, pihaknya pun kembali mengajukan permohonan blanko sampai 50 ribu. “Supaya tidak lagi pakai suket (surat keterangan, Red),” katanya. 

(jr/rul/ras/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia