Senin, 25 Sep 2017
radarjember
Radar Jember

Polisi Rehab Rumah Janda Tua

Selasa, 12 Sep 2017 19:10 | editor : Dzikri Abdi Setia

PEDULI DUAFA: Kapolsek AKP Edy Sudarto ketika memelopori rehabilitasi rumah janda miskin di Pringgowirawan, Sumberbaru.

PEDULI DUAFA: Kapolsek AKP Edy Sudarto ketika memelopori rehabilitasi rumah janda miskin di Pringgowirawan, Sumberbaru. (Kapolsek For Radar Jember)

SUMBERBARU – Supiatun, 82, seorang janda asal warga Dusun Wedusan, Desa Pringgowirawan, Sumberbaru, harus berbangga. Pasalnya nenek janda yang hidup sebatangkara itu mendapat bantuan dari polisi berupa bangunan rumah. 

Awalnya Supiatun hanya tinggal di rumah kecil berukuran 5 x 3,5 meter, yang terbuat dari anyaman bambu berlantai tanah.

Namun kini, dia bisa tersenyum bahagia, karena rumah lamanya dibongkar dan dibangun dengan rumah baru. Bukan dari uang pribadinya, melainkan ditanggung Polsek Sumberbaru.

“Awalnya kita mendapat informasi dari masyarakat, bahwa tempat tinggal Bu Supiatun sangat memprihatinkan. Belum lagi, dia tinggal seorang diri, tidak punya anak maupun sanak saudara,” jelas Kapolsek Sumberbaru AKP Edy Sudarto kepada Jawa Pos Radar Jember. Setelah mendapat informasi, dia langsung menuju rumah Bu Supiatun untuk melihat kondisi yang sesungguhnya.

“Ternyata benar, kondisi rumahnya sangat memprihatinkan. Ukurannya sangat kecil. Saat hujan, sering bocor dan air masuk ke dalam rumahnya,” kata Edy. Saat itulah, dia akhirnya memutuskan sesegera mungkin membangunkan rumah untuk Supiatun. Disinggung soal biaya, menurut Edy, bukan hanya dari Polsek Sumberbaru saja. Namun, ada juga dari masyarakat.

Bahkan, sejumlah tetangga dengan sukarela turut membantu tenaga, agar proses pembangunan rumah Supiatun lekas selesai. Edy menjelaskan, bahwa apa yang dilakukannya merupakan bentuk kepedulian polisi terhadap masyarakat yang betul-betul tidak mampu.

“Kita ingin berbuat nyata dan bermanfaat untuk masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Edy, polisi benar-benar ingin menunjukkan kedekatannya dengan masyarakat. Tidak ada lagi sekat antara masyarakat dengan polisi maupun sebaliknya. “Inilah salah satu wujud nyata dari kepolisian, bahwa polisi benar-benar hadir di tengah-tengah masyarakat. Bukan hanya ada pada saat masyarakat memiliki persoalan hukum,” jelasnya.

Dia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, yang telah ikut mendukung terlaksananya pembangunan rumah Supiatun itu. “Tanpa dukungan dari masyarakat, jelas tidak akan berjalan maksimal,” ungkap Edy.

Dia berharap, ke depan pihaknya dapat kembali melakukan kegiatan serupa, untuk bisa membantu masyarakat khususnya mereka yang kurang mampu.

Supiatun tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada Edy Sudarto, yang saat itu hadir langsung melihat proses pembangunan rumahnya. Dengan logat Madura kental, Supiatun  semula mengaku pasrah dengan kondisi yang dialaminya.

“Mau bangun rumah saya gak ada uang. Tapi alhamdulillah, Pak Polisi datang dan membangunkan rumah saya,” ujar Supiatun bangga. 

(jr/jum/sh/das/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia