Rabu, 27 Sep 2017
radarjember
Features

Ngelindur Sampai Nyuci Laptop Pakai Air Panas

Selasa, 12 Sep 2017 10:51 | editor : Dzikri Abdi Setia

APAPUN bisa dilakukan jika dalam kondisi setengah sadar. Lhawong diminta istri buatin susu buat si kecil, kok ya nyasar-nyasar bersihkan laptop. Pakai air panas lagi. Ya rusak bro!

Saking inginnya disebut suami siaga dan ingin dikasih jatah, Cong Kenek asal Ranuyoso ini selalu iyes jika diminta tolong istri. Tak kenal waktu. Apalagi capek. Ogah dia kenalan. Tengah malam sekalipun jika istri main perintah, pasti dilakukan.

“Mas, tolong gawekne susu,” ucap Yu Tub istri tercintanya. “Hek em dek,” jawab lelaki 30 tahun itu dengan mata setengah terpejam. Anehnya, dia langsung menggerayangi tubuh istrinya. “Heh, gawekno susu nganggo banyu termos kuwi loh,” bentak Yu Tub.

Bentakan itu bikin mata Cong Kenek cengar. Langsung dia buru-buru menyeduh air panas pada dot yang sudah terisi susu bubuk. Lalu diberikan pada istrinya untuk diminumkan pada si kecil. “Wes, tolong resikono panggon turu iki. Laptop singgahno,” perintah Yu Tub.

Saking setianya Cong Kenek, dalam kondisi setengah sadar segera membawa keluar laptop dari dalam kamar. “Termose pisan,” tegur Yu Tub. Cong Kenek berlalu sambil menenteng termos berisi air panas.

Tanpa disangka, laptop yang kreditannya belum lunas itu dibersihkan. Tentu sesuai intruksi sang istri yang dia fahami sepotong-potong. Bersihkan laptop pakai air termos. Air panas disiramkan pada laptop lalu dibersihkan dengan kain lap. Meski belum bersih karena terburu mengambil jatah, diapun kembali ke ranjang.

Keesokan harinya, betapa kagetnya Cong Kenek. Yu Tub juga langsung terkejut. “Duh, dadi mambengi diumbah laptope nggawe banyu panas mas. Sinting sampean iki,” amuk Yu Tub. “Waduh, mambengi setengah sadar dek,” dalihnya.

Karena ogah ribut lantaran malu pada mertua, Cong Kenek segera membawa laptopnya ke tukang service. Sorenya dia kembali. “Kenek nematus ewu dek. Lumayan. Urung termasuk kreditane,” ungkapnya lesu.

“Ambekne, laopo disiram banyu panas. Koyok wong edan ae,” Amuk Yu Tub bersungut-sungut. Cong Kenek menyerah sambil duduk setengah merebahkan badannya.

“Wes gak diwenehi, kok yo sik diseneni. Sing nggarai muangkel iki kok yo iso laptop tak umbah,” ungkapnya sambil ketap-ketip sendirian di kursi tamu.

(jr/fid/das/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia