Selasa, 21 Nov 2017
radarjember
icon featured
Features

Salah Ruangan

Senin, 11 Sep 2017 19:33 | editor : Dzikri Abdi Setia

Salah Ruangan
Berita Terkait

Namanya juga karyawan teladan, apa pun tugas yang diberikan, Gus Parto selalu mengiyakan kemauan bosnya.

Termasuk ketika dia ditugaskan untuk berangkat ke luar kota dalam rangka menghadiri rapat bersama jajaran manajemen pusat, pria necis ini juga tidak menolak. Itung-itung ngelencer, mungkin batin dia.

Masalahnya, ini kali pertama Gus Parto berangkat ke Jakarta. Biasanya paling jauh dia rapat di Surabaya, di kantor regional provinsinya.

Berhubung manajernya sedang berhaji, maka Gus Parto yang kebetulan menjabat sebagai asisten manajer yang diberangkatkan ke Jakarta.

“Wokeh siyap Pak, saya berangkat,” tegasnya ketika si bos besar memastikan lagi.

Sampai di Jakarta, Gus Parto hanya dibekali alamat tempat rapat digelar. Di daerah jalan MH Thamrin, tempat gedung-gedung pencakar langit berdiri.

Bak orang katrok, begitu sampai di depan pagar saja Gus Parto langsung selfie-selfie. Bahkan Pak Satpam yang bertugas pun juga diajak selfie.

“Sini Pak, nanti guwe jadiin bukti kalo guwe udah nyampe Jakarta,” katanya.

Masuk ke area gedung pun Gus Parto dibuat tercengang. Ada banyak ruangan yang menjadi tempat kerja. Dia langsung bingung bin puyeng.

“Lha, aku rapat nang ndi iki? Kok cuma diwenehi alamat thok lak sak mene guedhine kantor piye arep nggoleki,” batinnya.

Namun karena malu, Gus Parto enggan untuk bertanya lebih jelas. Dia hanya menanyakan pada sekuriti, di mana kantor penyedia jasa arsitektur dengan brand yang sama dengan kantornya.

“Oh, di lantai 11 Pak,” jawab Pak Sekuriti. Langsung Gus Parto meluncur dengan lift ke lantai 11.

Keluar dari lift, lagi-lagi Gus Parto tolah toleh. “Iki rapate nang ndi yo?” Ndilalah, di belakangnya muncul seseorang dengan kemeja dan dasi yang menepuk bahu Gus Parto. “Pak, mau rapat ya?” tanyanya.

Gus Parto mengiyakan dengan semangat. Pucuk dicinta ulam tiba, batinnya. Pria tadi mengajak Gus Parto untuk berjalan hingga memasuki sebuah ruangan.

Di dalamnya sudah hadir puluhan peserta rapat yang juga telah siap melakukan presentasi.

Tapi apa yang terjadi? Gus Parto yang berprofesi sebagai arsitek malah tambah lolak lholok.

Gimana nggak tolah toleh kalau yang dibahas di rapat itu adalah tentang persiapan haji dan umrah. “Lho, iki sakjane bahas opo toh? Kok ora bahas proyek gambar,” batinnya.

Di tengah kebingungannya, ponsel di saku Gus Parto bergetar tanda ada pesan masuk dari atasannya. Isinya: Woy Gus, awakmu nang endi? Aku entuk laporan, iki rapate wes arep buyar, kok ora teko?

Lhadalah, terus ini rapat apa? Gus Parto makin kemringet. Sambil malu-malu, dia izin dengan alasan mau ke toilet. “Sik lah, kabur dhisik pokoke,” ucapnya dalam hati.

Sampai di dekat lift, baru Gus Parto engeh. Ternyata dia salah masuk kantor! Kantor yang dia masuki tadi adalah PT Dhuwit Guedhe, sebelah kiri dari lift, sedangkan yang seharusnya dia datangi adalah PT Nggambar Omah yang bergerak di bidang arsitektur. 

Baru saja dia mau masuk ke kantor yang seharusnya, dia malah berpapasan sama peserta rapat yang baru buyar. “Wuaduh, wes wurung wes melu rapat,” batinnya malu.

(jr/lin/hdi/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia