Kamis, 21 Sep 2017
radarjember
Radar Jember

Peserta Tertua Tajemtra Berusia 104 Tahun

Senin, 11 Sep 2017 06:05 | editor : Dzikri Abdi Setia

CANTIK dan MODIS: Gerak jalan Tajemtra diikuti dari berbagai kalangan dan usia.

CANTIK dan MODIS: Gerak jalan Tajemtra diikuti dari berbagai kalangan dan usia. (heru putranto/radar jember)

TANGGUL – Gerak jalan Tanggul – Jember Tradisional (Tajemtra) kembali digelar Pemkab Jember, Sabtu (9/9) kemarin. Puluhan ribu peserta, ikut meramaikan agenda tahunan yang melegenda di Jember. Bahkan, ada seorang peserta tertua yang umurnya 104 tahun.

Peserta tertua itu diketahui bernama Tukin. Sebagai bentuk apresiasi, Bupati Faida mengundangnya naik ke atas panggung pemberangkatan. Tukin tak sendiri, dua peserta tua lainnya, Suprapto dan Sukarto, juga ikut naik panggung.

“Bapak-bapak yang sudah tua ini tetap semangat. Masak kita semua kalah semangat dengan beliau,” seloroh bupati, dalam pidatonya.

Meski Tajemtra momentum gerak jalan tradisional, namun nyatanya juga menjadi ajang unjuk kreativitas para seniman pinggiran. Bukan sekadar saling pamer busana tradisional terbaiknya.

Peserta juga membawa rombongan pembawa ogoh-ogoh dan patung raksasa kerapan sapi. Mereka, rombongan Desa Sidomekar, Semboro.

Berbagai komunitas juga tampil di sepanjang jalur Tanggul – Jember yang berjarak 30 kilometer. Pastinya, semua organisasi perangkat daerah (OPD), juga tak mau kalah. Mereka memberi contoh peserta lainnya. Bergerak jalan sambil menyosialisasikan program dinasnya.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Bupati Faida sengaja menggelar Tajemtra di Sabtu tanggal 9 September 2017 kemarin, sekaligus untuk memperingati Hari Olahraga Nasional.

Namun yang pasti, seperti tradisi sebelumnya, Tajemtra digelar sebagai puncak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Faida mengaku bangga melihat animo peserta Tajemtra. Terlebih, antusias penonton di sepanjang jalan Tanggul – Jember. “Tajemtra menjadi silaturahmi pemimpin dengan rakyatnya,” pungkasnya.

Seperti yang terjadi di depan Polsek Tanggul. Sejumlah warga Dusun Krajan, RW 13, Tanggul Wetan sengaja mencegat bupati bersama para siswa SD yang berseragam.

Mayoritas diantara mereka para ibu rumah tangga. Sengaja mencegat bupati dan memberi bunga, untuk ucapan terima kasihnya karena biaya sekolah digratiskan.

Bukan hanya itu, sejumlah kader Posyandu di Dusun Curahbamban, Desa Tanggul Wetan, juga ikut mencegat rombongan Bupati Faida. Bukan sekadar berfoto bersama. Para kader posyandu juga memasang spanduk ucapan terima kasih karena honornya naik berkali lipat.

Kata Faida, dia sengaja melambatkan jalannya, supaya bisa leluasa berinteraksi dengannya. Meski diantara masyarakat yang mendekatinya, hanya mengajak berfoto selfie.

“Tapi (warga) juga ada yang mengkritik. Tidak masalah. Kritikan warga akar rumput nyatanya lebih membangun dan dewasa,” akunya.

Perlu diketahui, selama kepemimpinan Bupati Faida, Tajemtra selalu digratiskan. Peserta, hanya diminta membayar asuransi Rp 3 ribu setiap orangnya. Mereka juga mendapatkan kaus Tajemtra meski terbatas. Meski gratis, peserta yang beruntung bisa memperoleh doorprize mobil.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Dedi Muhammad Nurahmadi, mengakui peserta Tejemtra 2017 kali ini, secara kuantitas memang berkurang. Namun, ajang gerak jalan yang sudah menjadi ikonnya Jember ini, rupanya menjadi perhatian masyarakat luar daerah.

Salah satu yang tampak, para akademisi lulusan Universitas Airlangga Surabaya, yang ikut membentuk barisan Tajemtra. “Fakta ini menjadi modal kami, untuk lebih serius memperbaiki Tajemtra secara kuantitas dan kualitas,” katanya.

Kualitas lainnya soal perhatian penyelenggara, menyediakan beberapa tempat ibadah untuk tempat salat peserta Tajemtra. “Pesan Bupati dan Pak Wabup, hak peserta beribadah juga harus diperhatikan,” katanya.

Selain itu, Dedi, mengklaim Tajemtra tahun ini lebih aman. Salah satu buktinya, keseriusan polisi yang melakukan sweeping di berbagai titik.

Bukan hanya mengamankan peserta yang ketahuan membawa miras. Mengenakan sabuk dengan besi yang dinilai membahayakan pun, juga dirampas paksa polisi.

Beberapa personel kepolisian pun, menjaga ketat supaya pengendara kendaraan bermotor tidak menerobos jalan raya. Sebab, itu dinilai membahayakan pejalan kaki.

Sementara kendaraan dari luar daerah, polisi mengarahkan jalur Jember selatan, dari Pondokdalem Semboro ke arah Kencong, Gumukmas, Kasiyan Puger, Balung, Ambulu, Jenggawah, sampai Terminal Ajung. (kl/rul/c1/hdi)

(jr/rul/hdi/das/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia