Rabu, 20 Sep 2017
radarjember
Features

Anggrainy Saraswati, Pembaca Kartu Tarot

Minggu, 10 Sep 2017 07:00 | editor : Dzikri Abdi Setia

PROFESI LANGKA: Kesukaannya pada kartu membuat Anggrainy Saraswati memperdalam ilmu soal kartu, untuk membantu orang lain.

PROFESI LANGKA: Kesukaannya pada kartu membuat Anggrainy Saraswati memperdalam ilmu soal kartu, untuk membantu orang lain. (Ludita Nilam Ariani for Radar Jember)

Sebagian orang mungkin menganggap kartu sebagai hal yang buruk. Bahkan jika dihubungkan dengan hal gaib bisa dianggap syirik. Namun Anggariny Saraswati mencoba untuk mengubah paradigma itu. Kini, dia jadi pembaca kartu profesional pertama di Jember. 

Ada yang cukup menarik di cafe yang ada di Jalan Trunojoyo Jember ini. Bukan karena cafenya yang bagus, namun di salah satu sudut terdapat sesosok orang yang tengah bermain kartu.

Tentu saja, bermain kartu di cafe terlihat cukup unik. Namun, ternyata tidak ada kehebohan layaknya bermain kartu di sana. 

Kedua orang yang berhadap-hadapan ini terlihat cukup serius melihat kartu yang ada di depannya. Ternyata bukan kartu sembarang yang dilampirkan melainkan kartu Tarot yang biasa digunakan untuk membaca kehidupan. 

“Ini bukan untuk meramal masa depan lho ya. Karena saya tidak bisa membaca masa depan,” tutur Anggrainy Saraswati, pembaca kartu itu dengan nama Pojok Tarot ini.

Anggra -panggilan akrabnya- menyebut, kemampuannya untuk membaca atau mengartikan kartu yang dipilih oleh pihak yang ingin dibaca bisa dipelajari.

Anggra mengatakan pihaknya hanya bisa menggambarkan sesuai dengan ilmu yang dimilikinya. Sehingga kemudian bisa membuat seseorang tersebut tahu masalah yang ada dalam dirinya.

“Jadi ini untuk refleksi pribadi saja dan bersifat hiburan. Sehingga bisa memilih jalan hidup yang terbaik,” jelasnya. 

Biasanya pihak yang datang ke dirinya memang bukan untuk melihat masa depan. Mereka rata-rata curhat dengan masalah yang dihadapi, kemudian dilihat dengan kartu tersebut. Sehingga ini bisa digunakan untuk memperkaya batin dengan solusi yang terarah. 

“Kami hanya memberikan advice (saran) sesuai dengan yang ditunjukkan kartu itu,” terang Anggra yang biasanya dibarengi oleh Ludita Nilam Ariani, sang asisten. Dari saran inilah diharapkan dapat memberikan solusi untuk masalah yang dihadapi pihak yang berkonsultasi.

Terkait kadang yang dibaca sesuai dengan kondisi pribadi seseorang, diakui itu juga ada penjelasan logisnya. “Tangan yang mengambil kartu ini di bawah kendali alam bawah sadar yang sesuai dengan kondisi. Bisa dipengaruhi emosi diri,” jelasnya. 

Alam bawah sadar inilah yang memilih tumpukan kartu tertutup itu dan kemudian dibaca oleh pihaknya. “Jadi sebenarnya setiap manusia memiliki indra keenam. Saya hanya menerjemahkan,” jelasnya. 

Hal inilah yang menjadi penjelasan logis jika kemudian pembacaan kartunya bisa sesuai dengan yang dialami oleh pemilih kartu itu.

Karena kemampuannya, kini dirinya sering mendapatkan permintaan dari sejumlah pihak untuk membantu memberikan solusi atas berbagai masalah yang dihadapi.  “Senang saja bisa membantu orang lain yang kesusahan,” terangnya. 

Dirinya berharap saran yang diberikan bisa memberikan jalan bagi orang yang membutuhkannya. Bukan hanya soal bisnis saja, namun juga kadang percintaan hingga kehidupan lainnya.

Anggra menuturkan dirinya kini bukan hanya bisa membaca satu jenis kartu saja. Selain Tarot yang biasa digunakan dalam dunia kartu, juga ada kartu Lenorman, Lenono, bahkan juga lintrik. Dirinya mengatakan, kartu-kartu ini memiliki fungsi yang berbeda sesuai kebutuhannya.

Dirinya mengatakan perkenalannya dengan kartu sudah digelutinya sejak kecil yakni saat masih duduk di bangku sekolah. Namun, saat itu dirinya hanya sekadar tahu saja.

Hingga akhirnya perempuan yang juga ibu rumah tangga ini pun mulai belajar tentang kartu ini. “Saya lihat di Jakarta dulu. Kok ternyata kartu ini bisa menjadi hiburan yang menarik dan menolong orang,” tuturnya.

Akhirnya dirinya pun memutuskan untuk belajar dan memperdalam tentang kartu ini. Bahkan, dengan tekad dirinya pun belajar dengan ahlinya.

“Saya belajar dengan seorang fortune teller dari Australia. Namanya Paris Debono,” jelasnya. Bahkan, pada 2016 lalu dirinya mendapatkan sertifikat langsung dari Australia untuk kemampuan membaca kartu ini. 

Dirinya juga menjadi anggota International Tarot Foundation (ITF) atas kemampuannya ini. Dirinya pun ingin terus mengenalkan ini kepada masyarakat.

Bukan untuk sebagai sarana syirik namun untuk bisa menjadikannya sebagai hiburan. “Memang ada anggapan sebagai hal tabu atau syirik. Padahal ini ada dasar ilmunya dan bukan berdasarkan hal yang tidak rasional,” terangnya. (c1/hdi)

(jr/ram/hdi/das/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia