Senin, 25 Sep 2017
radarjember
Features

Menolak Berdamai Diatas Perangko

Jumat, 08 Sep 2017 20:00 | editor : Dzikri Abdi Setia

Begini ini jadinya jika sudah kolot tapi sok tahu. Semua mau ditangani pas ada insiden kecelakaan. Dampaknya kenak omelin banyak orang. Sebab, seharusnya teken perjanjian damai diatas materai, keliru beli perangko.

Di pertigaan Jalan Ranuyoso, Lumajang, pagi itu terjadi kecelakaan. Melibatkan Cong Kenek asal warga setempat dengan Mat Nganu yang berboncengan dengan Mat Tasan. Sempat kedua belah pihak eker-ekeran jadi yang paling benar.

Namun, dalam perundingan terjadi kesepakatan. Semuanya sedia membubuhkan tanda tangan pernyataan damai. Cong Kenek membuat pernyataan.

“Jek ender bubar kadek yeh. E gebey agih surat pernyataan,” ucapnya langsung pergi mencari kertas dan menulis pernyataan. Diapun juga bergegas ke salah satu toko buku membeli sesuatu.

Tak sampai satu jam, lelaki 45 tahun ini kembali. Disodorkan selembar kertas berisi pernyataan damai. “Yah reyah, duli tandatanganen. Engkok mareh lah. Reyah bek en teken se bedeh materai reyah,” ucap Cong Kenek.

Mat Tasan dan Mat Nganu begitu gembira. Mat Tasan mengambil kertas dan membaca isi pernyataan itu. “Nyaman reyah. Ongguwen nyaman. Sepakat kiyah engkok,” ucapnya lega setelah membaca isi pernyataan. Diapun mau segera teken.

Namun, sebelum diteken, dia melihat ada satu kotak lembar yang ditempel diatas namanya. “Mak beda nekah materainah. Jet rajeh,” katanya. “Biasah mon dinnak engak rowah,” jawab Cong Kenek yang ingin Mat Tasan segera meneken.

Disaat ujung pena tepat di nama Mat Tasan, dia melihat ada tulisan perangko pada kertas yang ditempel itu. “Abegh, nekah benih materai nekah Cong. Nekah perangko.

Palang bek’en reyah. Enjek mon perangko engkok tak endek teken,” jawab Mat Tasan.

Seketika itu, Cong Kenek jadi bulan-bulanan di depan banyak orang “Masak engkok soroh teken diatasah perangko. Enjek kanak. Tak osah damai lah,” ucap Mat Tasan sambil terpingkal-pingkal.

Cong Kenek terus-terusan ditertawakan sampai kemringet menahan malu. “Cak’en engkok padeh kanak,” jawabnya singkat

(jr/fid/ras/das/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia