Senin, 25 Sep 2017
radarjember
Radar Jember

Vonis Setimpal untuk Pembakar Cewek

Jumat, 08 Sep 2017 19:15 | editor : Dzikri Abdi Setia

KENA 15 TAHUN: Mohammad Ibrohim divonis 15 tahun penjara potong masa tahanan. Dalam sidang dia harus memakai kursi roda karena kakinya ikut terbakar saat membakar Uli Rubianti, ceweknya.

KENA 15 TAHUN: Mohammad Ibrohim divonis 15 tahun penjara potong masa tahanan. Dalam sidang dia harus memakai kursi roda karena kakinya ikut terbakar saat membakar Uli Rubianti, ceweknya. (Bagus Supriadi/Radar Jember)

JEMBER – Mohammad Ibrohim, pria asal Desa Kertosari Kecamatan Pakusari harus mendekam dalam penjara selama 15 tahun.

Gara-garanya, Mohammad Ibrohim membakar ceweknya, Uli Rubianti, hingga meninggal dunia.

Putusan majelis hakim itu persis dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang di sidang sebelumnya, menuntut hukuman penjara 15.

Sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Jember kemarin (6/9) pukul 11.00 kemarin juga jadi perhatian warga.

Terdakwa datang menggunakan kursi roda memakai kopiah hitam, baju putih dan mengenakan sarung.

Rupanya, dia masih tidak bisa berjalan karena kakinya yang ikut terbakar –saat membakar pacarnya- belum sembuh. 

Di depan majelis hakim yang dipimpin oleh Ronny Widodo SH, terdakwa terlihat pucat. Dengan kondisi tubuh yang kurus, dia hanya pasrah dengan putusan setimpal itu. 

“Terdakwa divonis 15 tahun penjara dikurangi masa penahanan yang telah dijalani,” kata hakim Ronny Widodo SH.

Setelah mendapat keterangan tersebut, hakim meminta agar terdakwa konsultasi dengan kuasa hukumnya, Fakih Imam Kurnain SH.

“Saya terima,” jawabnya, usai berbicara dengan kuasa hukum. Sidang pun ditutup dan berlangsung dalam waktu yang cukup singkat. Setelah itu, terdakwa dibawa keluar menggunakan kursi roda dan masuk ke mobil tahanan. 

Terdakwa terbukti melakukan tindak pidana dengan sengaja merampas nyawa orang lain sebagaimana yang diatur dalam Pasal 338 KUHP di dalam dakwaan kesatu primair.

“Pertimbangan hakim perbuatan terdakwa memenuhi asas hukum teori kehendak,” kata Fakih.

Yaitu teori kesengajaan dengan kehendak, terdakwa sengaja membakar korban untuk membunuh.

Faktanya, terdakwa membeli bensin untuk membakar korban, di tengah perjalanan itu terdakwa bisa berniat membunuh. 

Dia menerangkan, Ibrohim didakwa dengan empat dakwaan, yakni melanggar Primair pasal 338 KUHP, Subsidair Pasal 355 ayat (2) KUHP, lebih subsidair pasal 354 ayat (2) KUHP dan pasal 187 ke-3 KUHP. “Terdakwa divonis primair,” ujarnya. 

Sebelumnya alumni IAIN Jember tersebut sudah mengajukan pembelaan kepada majelis hakim agar memberikan keringanan.

Sebab terdakwa berlaku sopan dalam persidangan, mengakui dan menyesali perbuatan, berjanji tidak mengulangi perbuatan dan masih berusia muda. 

Namun, majelis hakim juga melihat faktor yang memberatkan terdakwa, yakni perbuatan yang menyebabkan korban meninggal dunia, perbuatan yang sadis dan membuat trauma keluarga korban. 

Untuk diketahui aksi kriminalitas itu terjadi pada akhir Maret 2017 lalu di pertokoan depan Gedung Yabina Mastrib Jember.

Korban merupakan  karyawan toko kosmetik di kawasan tersebut.  Pelaku pembakaran itu merupakan suami siri korban.

Korban yang beralamatkan di Lingkungan Pagah, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang mengalami luka bakar hingga 71 persen di sekujur tubuhnya.

Hingga kemudian dirawat  RSD dr Soebandi Jember. Namun sayang, setelah dirawat, korban akhirnya meninggal dunia.

(jr/gus/hdi/das/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia