Minggu, 24 Sep 2017
radarjember
Pendidikan

BKI sebagai Solusi Masalah Keluarga

Jumat, 08 Sep 2017 18:29 | editor : Dzikri Abdi Setia

STADIUM GENERAL: Sekitar 250 mahasiswa mengikuti seminar bimbingan dan konseling Islam di Aula IAIN Jember.

STADIUM GENERAL: Sekitar 250 mahasiswa mengikuti seminar bimbingan dan konseling Islam di Aula IAIN Jember. (Fakultas Dakwah for Radar)

JEMBER – Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah IAIN Jember memang masih baru.

Namun, animo mahasiswa untuk melanjutkan studi di jurusan ini cukup tinggi. Sehingga kampus terus berkembang untuk menciptakan mahasiswa yang jauh lebih andal.

Animo itu terlihat dalam stadium general yang diselenggarakan Fakultas Dakwah di Aula IAIN Jember Selasa (5/9) kemarin.

Dengan mengangkat tema Melejitkan Mind Intuitif dalam Perspektif Psikospiritual Konseling Islam. Harapannya, pemahaman tentang BKI bisa terus meningkat dan menjadi solusi permasalahan umat. 

Dekan Fakultas Dakwah Dr Ahidul Asror MAg mengatakan prodi tersebut baru dua tahun. Namun sudah ada sekitar 250 mahasiswa yang belajar.

“Tahun ajaran baru ini sekitar 150 mahasiswa yang melanjutkan di BKI,” katanya pada Jawa Pos Radar Jember. 

Menurut dia, BKI merupakan jurusan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Sebab, persoalan sosial terus berkembang setiap saat.

Mulai dari keluarga hingga lingkungan sekitar. Permasalahan itu memerlukan solusi agar bisa menemukan jalan keluar yang tepat.

Salah satunya melalui bimbingan dan konseling Islam yang dipelajari di Fakultas Dakwah. “Dakwah tidak harus di atas pentas, tetapi bisa dengan konseling,” tambahnya.

Dakwah, kata dia, bisa dilakukan dengan pendampingan secara personal. Terutama di tingkat keluarga karena merupakan kunci dari segala persoalan. “Bimbingan dan konseling kepada keluarga lebih utama,” ujarnya. 

Dia menambahkan prodi itu memiliki dua konsentrasi, yakni pendidikan karier dan konseling keluarga.

Lulusannya bisa menjadi pendamping di tengah masyarakat untuk menentukan karier seseorang. “Misal, potensi anak seperti apa dan cocok berkarier di mana,” imbuhnya.

Sedangkan konseling keluarga mengatasi permasalahan yang dihadapi rumah tangga. Mereka bisa memberikan solusi dengan cara yang islami.

“Meskipun belum memiliki lulusan, para mahasiswa siap menjadi konsultan masyarakat,” pungkasnya. 

(jr/aro/gus/das/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia