Rabu, 20 Sep 2017
radarjember
Radar Jember

Ranmor Nyasar Daerah Kampus

Jumat, 08 Sep 2017 17:31 | editor : Dzikri Abdi Setia

JEMBER – Setelah mengobok-obok kawasan perumahan, pencurian motor (ranmor) rupanya mulai nyasak ke kawasan kampus. Longgarnya pengawasan serta sikap teledor dari pemilik motor itu sendiri, membuat kawasan itu jadi sasaran empuk sang penjahat.

Bayangkan, hampir tiap hari ada kejadian kehilangan kendaraan bermotor di kawasan kampus ini. Bahkan tak sekali dua kali -dalam sehari saja- ada dua kejadian pencurian. 

Beragam modus pun bermunculan. Yang paling trendi, pelaku lebih sering macak mahasiswa. Seperti yang terpantau CCTV di Fakultas Pertanian Unej, Senin (4/9) lalu, dua anak muda yang kedapatan mencuri motor, terekam laiknya mahasiswa. 

Mereka berboncengan seperti akan kuliah, sambil membawa tas mirip mahasiswa. Seperti kebiasaan mahasiswa, tasnya menyilang di dada, bukan di punggung. 

Kedua pencuri yang terekam CCTV itu juga mengenakan kemeja necis bahkan sampai bersepatu pantofel. Gelagatnya juga sangat meyakinkan: Tenang, santai dan to the point. Sehingga siapa pun sepertinya tak akan curiga, jika keduanya adalah (mungkin) anggota sindikasi pencuri motor di kampus itu.

Kasubag Umum dan Perlengkapan Fakultas Pertanian Unej, Setiyo Mulyadi, menyebut, pihaknya baru mengetahui keduanya pencuri motor, setelah korbannya mengenali motornya yang hilang lengkap dengan nomor polisinya. “Di rekaman CCTV, pencuri itu keluar parkiran pukul 15.14,” ungkapnya.

Melihat dari sudut kamera pemantau lainnya, tampak sebelumnya dua pencuri itu duduk santai di sekitaran parkiran motor. Keduanya tidak menampakkan gelagat mencurigakan. Namun setelah menemukan sasaran motor yang akan digondol, mereka langsung beraksi cepat. “Di rekaman, kerjanya sangat profesional,” imbuh pria yang akrab disapa Yoyok.

Pada Senin (4/9) lalu, di kampus Unej itu saja ada dua kejadian pencurian. Selain di Fakultas Pertanian, penjahat juga ngembat motor di kawasan parkiran Fakultas Hukum. Sedangkan di parkiran Fakultas Ekonomi, dua motor nyaris amblas setelah dirusak kuncinya. Untung pencuri ini gagal beraksi.

Sedangkan keesokan harinya atau pada Selasa (5/9), giliran area parkiran Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unej yang kebobolan. Di sini, dua motor sekaligus juga amblas tak diketahui rimbanya. “Kalau di fakultas lainnya saya masih belum mendapat informasi,” tutur Yoyok.

Semua motor yang dicuri maling itu, rata-rata ada di tempat parkir masing-masing fakultas. Padahal, di Fakultas Pertanian saja sudah terpasang 32 titik kamera pengintai.

Memang diakuinya, saat kejadian pencurian pihaknya belum menggunakan sistem parkir menunjukkan STNK. “Senin kemalingan, pada Selasa langsung kami perketat pengamanannya,” katanya.

Begitu pula di Fakultas KIP Unej. Setelah kejadian, pihak fakultas langsung membangun portal di pintu masuk parkiran kampusnya. Bahkan pantauan Jawa Pos Radar Jember, Rabu (6/9) kemarin, pembangunan portal parkir masih dikerjakan.

Sementara AKP Sunarto,  Kasat Sabhara Polsek Sumbersari yang pernah menangkap ranmor di kawasan kampus menyebut, areal kampus memang areal mudah bagi para maling motor untuk menjalankan aksinya. “Karena kata mereka (maling, Red) pengamanan di dalam kampus tidak ketat,” tuturnya.

Selain itu, kebanyakan mahasiswa tidak mengunci setir. Apalagi, hampir sulit menemukan mahasiswa memasang kunci ganda seperti gembok di rem cakram atau rantai.

Padahal, pemasangan kunci ganda membuat para maling enggan mencuri motornya. “Mereka (maling) butuh cepat. Kalau pakai kunci ganda, pasti lama dan rawan tertangkap tangan,” jelasnya.

Polisi, juga sering kedodoran mengejar pencuri motor, karena hampir semua korban telat laporan ke polisi. Bahkan, hitungan polisi korban melapor selalu di atas 2 jam dari kejadian motornya hilang. “Kami kesulitan mengejar pelaku, karena jeda laporannya cukup lama,” keluhnya. 

(jr/hdi/rul/jum/das/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia