Rabu, 20 Sep 2017
radarjember
Radar Jember

Rapat Ricuh, Kue Ikut Melayang

Rabu, 06 Sep 2017 20:20 | editor : Dzikri Abdi Setia

PIMPIN SIDANG: M. Thoif Zamroni (ketua DPRD Jember) terpaksa menutup rapat tanpa hasil. Karena ada silang pendapat antara peserta rapat yang membahas KUA-PPAS Perubahan APBD 2017 di DPRD Jember kemarin.

PIMPIN SIDANG: M. Thoif Zamroni (ketua DPRD Jember) terpaksa menutup rapat tanpa hasil. Karena ada silang pendapat antara peserta rapat yang membahas KUA-PPAS Perubahan APBD 2017 di DPRD Jember kemarin. (Rangga mahardhika/radar jember)

JEMBER - Rapat lanjutan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Penggunaan Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan APBD 2017 di DPRD Jember kemarin berlangsung panas.

Bahkan, rapat terpaksa dihentikan ketika ada insiden pelemparan kue di ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Jember, kemarin (5/9).

Kegiatan itu sebenarnya agenda dengan paparan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Awal rapat sebenarnya landai-landai saja.

(reze arjiansyah/radar jember)

Tidak ada masalah apa-apa. Saat itu, tim anggaran Pemkab Jember dipimpin langsung oleh Plt Sekkab Mirfano.

Kejadian mulai memanas, saat Yessiana Arafah (yang ditunjuk sebagai Plt Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya) mendapatkan giliran dari tim anggaran untuk memaparkan programnya.

Namun, Yessi tidak bersedia untuk memberikan paparan, karena dirinya merasa tidak memiliki kewenangan untuk memberikan penjelasan pada DPRD Jember.

Pernyataan inilah yang membuat DPRD Jember kaget dan lantas mempertanyakan, kenapa Yessi tidak mau memberikan paparan tersebut.

Akhirnya, Plt Sekkab Mirfano pun menengahi dan minta pada Yessi untuk segera memaparkan perubahan anggaran yang terjadi di dinas tersebut.

“Kita (tim anggaran) diminta untuk menjelaskan. Saya minta Mbak Yessi untuk menjelaskan KUA-PPAS. Monggo silakan,” kata Mirfano, yang juga Ketua Tim Anggaran Pemkab Jember. 

Anehnya, meski Mirfano sudah memberi penjelasan terkait tata aturan kewenangan Badan Anggaran, Yessi tetap bersikukuh menolak untuk paparan pada badan anggaran.

“Saya takut karena tidak ada hubungannya dengan banggar. Saya serahkan berkas ke tim anggaran,” jelasnya. 

Bahkan, Yessi sempat mempertanyakan legal standing keharusan bagi kepala dinas untuk memberikan pemaparan di hadapan Badan Anggaran DPRD. 

Mendengar penolakan tersebut, dengan nada marah Wakil Ketua DPRD Jember Ni Nyoman Martini minta Yessi mempelajari kembali aturan perundang-undangan.

Baik terkait kedudukan dewan maupun mekanisme pembahasan anggaran.

Namun karena Yessi tetap tidak mau menjelaskan alasannya yang menolak memaparkan, anggota dewan lantas menyuruh Yessi meninggalkan ruang sidang tersebut.

Yessi pun dengan santai keluar ruangan. Dia malah bilang berterima kasih  ke anggota dewan jika diminta pulang.

Di sela-sela rapat yang mulai memanas inilah, kemudian Ahmad Imam Fauzi, mantan PLT Dinas Cipta Karya yang kini ditunjuk menjadi PLT Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah tiba-tiba menyela.

Padahal, saat itu seluruh pimpinan DPRD belum memberikan kesempatan pada Fauzi untuk bicara. “Saya memahami kepala OPD ini menanyakan legal standing (OPD memaparkan ke Badan Anggaran),” ucap Fauzi. 

Ungkapan ini membuat Wakil DPRD Jember Ayub Junaidi mendatangi tempat duduk Fauzi untuk klarifikasi. Aksi ini sempat hendak dicegah oleh Rasyid Zakaria, kepala Dinas PU Bina Marga Jember.

Namun Ayub tetap mendekati Fauzi. Sambil  merangkul, Ayub menanyakan apa maksudnya legal standing seperti yang disebut oleh Ahmad Imam Fauzi itu. 

Setelah ada penjelasan sesaat, Ayub dan Fauzi sepertinya sudah tidak ada masalah, dan Ayub kembali ke kursinya. Namun tiba-tiba, Fauzi kembali mengeluarkan suara dengan memanggil anggota dewan dengan sebutan ‘Saudara’.

Nah, kata ’Saudara’ inilah yang membuat Ayub kembali berdiri untuk mendatangi Fauzi. Namun sempat dicegah oleh Budi Wicaksono, anggota banggar yang lain.

Kemudian sejumlah anggota badan anggaran ikut berdiri. Ada anggota dewan yang menggebrak meja.

Lainnya ada yang berteriak atas ketidaksopanan yang dilakukan oleh Fauzi dalam sidang itu.

Puncaknya, kotak kue ikut melayang. Namun belum diketahui siapa yang melempar. Karena kondisi terlihat semakin tidak kondusif. Rapat pun dibubarkan oleh ketua DPRD Jember, M. Thoif Zamroni. 

Saat dikonfirmasi terpisah, Thoif Zamroni, ketua DPRD Jember menyebut, dewan sengaja tidak melanjutkan rapat. Pihaknya minta kepada Plt Sekkab dan tim anggaran untuk melakukan koordinasi dengan OPD terkait. 

Dirinya menyayangkan ada OPD menolak memberikan paparan, tapi juga tidak menyalahkan.

Karena sejak awal undangan DPRD Jember adalah paparan untuk Tim Anggaran Pemkab Jember.

Jika kemudian dari Tim Anggaran mengajak OPD, maka itu kewenangan dari tim anggaran untuk memerintahkan siapa yang menjelaskan. “Kami tidak mengundang OPD, tapi itu perintah tim anggaran,” ucap Thoif.

(jr/ram/hdi/das/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia