Selasa, 21 Nov 2017
radarjember
icon-featured
Ekonomi Bisnis

Jadi Galeri Batik Nusantara

Senin, 21 Aug 2017 18:02 | editor : Dzikri Abdi Setia

BATIK KELAS: Salah satu Batik Lazarus yang dipajang di tokonya, batik ini diminati oleh masyarakat kelas menengah ke atas.

BATIK KELAS: Salah satu Batik Lazarus yang dipajang di tokonya, batik ini diminati oleh masyarakat kelas menengah ke atas. (Heru Putranto/Radar Jember)

Batik Lazarus menjadi galeri batik nusantara meskipun di dalamnya lebih banyak batik Madura dan Jember.

Batik tersebut dibuat oleh tangan-tangan profesional di Madura dan Jember. “Setiap waktu kami berinovasi agar menghasilkan batik yang berkualitas,” ucapnya. 

Setiap enam bulan sekali, batik Lazarus selalu memperbarui motifnya. Misal motif Jemberan, Madura dan Pandhalungan.

Sehingga motifnya tidak monoton dan selalu ada yang baru. “Kalau untuk perorangan, kita bisa membuat 500 potong per bulan,” akunya. 

Dalam mengembangkan bisnisnya, inovasi menjadi kewajiban bagi Junaidi. Sebab tantangan zaman terus berkembang, sehingga harus memunculkan sesuatu yang baru setiap saat. “Batik kami dipamerkan di berbagai mall, seperti Lippo dan Matoz Malang,” jelasnya.

Dirinya tak ingin merasa puas dengan kreasi yang sudah diciptakan. Namun terus mencari agar batik tetap unggul di tengah perkembangan zaman. “Saya punya feeling sendiri agar motif batik tidak membosankan,” tutur Junaidi. 

Harga yang dipatok juga tidak terlalu mahal, dari Rp 100 ribu hingga Rp 5 juta. Sehingga terjangkau bagi semua kalangan yang ingin membeli. Meskipun mayoritas pembeli adalah kalangan menengah ke atas. 

Selain itu, dirinya juga membangun manajemen kekeluargaan dengan para karyawannya. Sehingga rasa saling percaya begitu kuat, mengembangkan batik Lazarus juga begitu cepat dan mudah. “Saya tidak makan kalau karyawan juga belum makan,” ujarnya. 

Pengalaman selama berbisnis membuat dirinya matang. Sehingga mengetahui hal yang harus dilakukan dan diantisipasi.

Mulai dari mengkontrol diri dan mencari pasar yang strategis. Sehingga pelan tapi pasti, batik Lazarus terus berkembang sampai sekarang.

(jr/gus/ram/das/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia