Kamis, 21 Sep 2017
radarjember
Radar Jember

Anak Diseret Ombak di Depan Mata

Bocah Empat Tahun Jadi Korban

Senin, 17 Jul 2017 18:27 | editor : HARI SETIAWAN

MASIH DICARI: Aparat dan penyelam lokal berupaya mencari balita yang hilang hingga ke dasar perairan Payangan. Tampak tim rescue melakukan penyisiran darat karena terhambat ombak yang tinggi.

MASIH DICARI: Aparat dan penyelam lokal berupaya mencari balita yang hilang hingga ke dasar perairan Payangan. Tampak tim rescue melakukan penyisiran darat karena terhambat ombak yang tinggi. (Khawas Auskarni/Radar Jember)

AMBULU – Pasangan suami istri (pasutri) Andre, 40, dan Purnamasari, 35, warga Dusun Krajan Lor, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, menangis sejadi-jadinya. Di depan mata kepalanya sendiri, Genji, 4, anaknya, diseret ombak Pantai Payangan Minggu pagi sekitar pukul 07.00. Sedangkan  Geling anak pertama, dan Gesang anak ketiganya, masih bisa diselamatkan. 

Sejatinya Andre langsung berupaya menolong Genji yang tiba-tiba diseret ombak Pantai Payangan yang lagi ganas. Tapi apa daya? Ombak begitu besar. Ortu korban hanya bisa menangis di Pantai Payangan melihat tubuh Genji ditelan ombak. Sejurus kemudian ratusan orang juga merapat ke tempat kejadian perkara (TKP). Tapi, tak ada satu pun yang berani menerjang ombak Pantai Payangan. 

Tim rescue dari Basarnas dan Polair yang dapat laporan langsung berupaya melakukan pencairan. Pun dengan SAR lokal Rimba Laut yang selama ini intensif melakukan pengawasan di Pantai Payangan. Hingga berita ini diketik, tubuh korban belum berhasil ditemukan. 

Genji menjadi korban kesekian ganasnya ombak Pantai Payangan. Hampir tiap tahun, ada korban jiwa di pantai yang mulai jadi primadona di Jember tersebut. Itu semua rata-rata karena pengunjung mengabaikan larangan mandi di Pantai Payangan. 

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, Genji saat itu duduk-duduk di pantai bersama kedua kakaknya. Tiba-tiba, ombak besar datang, dan mereka terlambat mengantisipasinya. Genji berusaha digapai oleh ayahnya. Namun usaha itu kalah kuat dengan tarikan ombak. 

Selanjutnya berbagai upaya dilakukan untuk mencari korban. Termasuk minta bantuan penyelam lokal. Ada tujuh penyelam yang dikerahkan untuk mencari keberadaan Genji. 

Para penyelam coba memantau hingga ke dasar laut yang berkedalaman antara 4 hingga 5 meter. Kendati demikian, upaya tambahan itu nyatanya juga belum membuahkan hasil. 

Jawa Pos Radar Jember belum berhasil mengonfirmasi kedua orang tua korban. Keduanya diantar pulang oleh kerabatnya dan masih mengalami shock berat.  

Koordinator SAR Rimba Laut Imam Syafi’i berujar, sebenarnya tiap akhir pekan anggotanya stand by di lokasi. Namun, korban bersama keluarganya datang ke Pantai Payangan terlalu pagi. “Ini di luar pantauan kami. Teman-teman belum ngumpul jam segitu,” ujar Imam Syafi’i kepada Jawa Pos Radar Jember. 

Kapolsek Ambulu AKP Sugeng Piyanto membenarkan kejadian tersebut. Seharusnya pengunjung tidak boleh mandi di laut karena ombak yang ada di Pantai Payangan itu tidak bersahabat. Biasanya pengunjung dengan seenaknya mandi di sekitar lokasi yang rawan terjadinya kecelakaan.

“Meskipun di sekitar lokasi ada tim SAR lokal yang siap menolong itu bukan jaminan. Yang harus lebih waspada itu adalah pengunjung itu sendiri,” ujar Kapolsek Ambulu AKP Sugeng Piyanto. Tim SAR gabungan, baik dari Basarnas SAR Lokal dan anggota Polsek Ambulu masih terus melakukan pencarian dengan menyisir sepanjang Pantai Payangan.

(jr/was/har/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia