Sabtu, 23 Sep 2017
radarjember
Rame-rame
Berni, Suporter Kebanggaan Masyarakat Jember

Dukung Semua yang Mengharumkan Jember

Minggu, 16 Jul 2017 18:02 | editor : HARI SETIAWAN

SATU SUARA HATI : Kelompok suporter Berni alias Jember Berani siap untuk satu suara hati mendukung semua hal yang membawa dan mengharumkan nama Jember.

SATU SUARA HATI : Kelompok suporter Berni alias Jember Berani siap untuk satu suara hati mendukung semua hal yang membawa dan mengharumkan nama Jember. (Heru Putranto/Radar Jember)

Berbicara suporter atau pendukung di luar lapangan, di Jember tidak akan terlepas dari nama Berni, akronim Jember Berani. Ada sejarah panjang Berni Jember bisa bersatu dan besar seperti sekarang. Mereka menjadi garda terdepan mendukung semua elemen yang bisa membawa dan mengharumkan nama Jember.

Gerakan moral mengumpulkan koin untuk Persid Jember, klub sepakbola kebanggaan masyarakat Jember beberapa hari terakhir menggugah banyak pihak. Gerakan masif dilakukan ribuan suporter Berni di seluruh penjuru Jember hingga pelosok. Aksi moral ini dilakukan dengan ikhlas agar Persid bisa meneruskan laga mengarungi kompetisi Liga 3 Nusantara karena anggaran dari APBD Pemkab Jember tidak cair.

Ini hanya satu gerakan Berni Jember sebagai bentuk cintanya kepada Jember. Sudah banyak gerakan lainnya yang dilakukan oleh Berni. Namun, tidak banyak yang tahu bagaimana, apa dan siapa Berni ini.

SEMANGAT : Meskipun  kondisi klub kesayangannya Persid Jember sedang kembang kempis, namun Berni Jember tetap loyal memberikan dukungannya.

SEMANGAT : Meskipun kondisi klub kesayangannya Persid Jember sedang kembang kempis, namun Berni Jember tetap loyal memberikan dukungannya. (Heru Putranto/Radar Jember)

Agus Riski, Ketua Umum Berni mengatakan kelompok suporter ini terbentuk 2010 silam. “Terbentuk dari ketidakharmonisan antar suporter di Jember,” ucap Agus. Dimana saat itu, ada dua suporter yang mendukung warna kebesaran Persid Jember, yakni Gangster (Gabungan Suporter Persid Jember) Kuning dan Gangster Biru.

Perseteruan semakin meruncing, hingga Agus pun mengumpulkan seluruh perwakilan suporter ini. Mereka duduk satu meja menyatukan kelompok suporter ini. “Dari sinilah dideklarasikan nama Jember Berani alias Berni. Tidak ada warna biru atau kuning. Yang ada hitam putih,” ucapnya.

Mereka pun sepakat menggunakan warna kebesaran Hitam-Putih untuk seragam. Ini memuat filsafah bahwa suporter di Jember Berani Bersatu, Berani Mengakui Kesalahan, Berani Menghilangkan Dendam serta Berani Berdiri Sama Tinggi dan Duduk sama Rendah untuk Jember.

Pemilihan nama untuk kelompok yang memiliki slogan ‘Salam Satu Suara, Suara Hati’ ini mengandung makna tinggi. “Nama ini terinspirasi dari George Berni,” jelas alumnus Fisip Unej ini.  Berni adalah pria berkebangsaan Belanda yang membuat Jember menjadi sebuah daerah yang ramai dan dikenal banyak pihak seperti saat ini. 

Pria ini memiliki perusahaan di Jember yang saat itu menjadi afdeling atau bagian dari Regent Bondowoso. Dia mendatangkan banyak orang kesini dari Mataraman dan Madura. Meksipun bukan yang mem-babat alas, sosok ini menjadikan Jember sebagai kota modern kala itu. George Berni sangat bermasyarakat. Bahkan tidak sedikit masyarakat yang dekat dengannya dan menanti-nanti kunjungannya. “Filosofi ini yang kita bangun,” akunya.

Agus menuturkan awalnya jumlah suporter Berni 4 ribu suporter, dibuktikan dengan KTA (Kartu Tanda Anggota). Saat ini, Agus mengatakan jika kelompok ini jumlahnya sekitar 10 ribu anggota. Mereka berasal dari semua lini mulai dari pegawai, atlit, santri hingga anak jalanan yang dengan background kelam. “Tetapi saat menjadi suporter, mereka harus salam satu suara, suara hati,” terangnya.

Dirinya mengatakan visi misi Berni bukan hanya untuk Persid Jember saja. “Semua membawa nama dan mengharumkan Jember akan kami dukung. Selama bilang Jember, pasti ada Berni,” tegasnya. Hal inilah yang diharapkan terus dijaga oleh semua kelompok suporter di Jember untuk terus bersatu mendukung kemajuan untuk Jember.

Satukan Berbagai Kelompok Suporter

Agus mengakui sulitnya menyatukan suporter. Bukan hanya Gangster Biru dan Kuning, namun banyak kelompok suporter dalam Berni ini. Terutama pendukung klub luar daerah yang ada di Jember.

“Jember bukan hanya Aremania, Bonekmania, The Jakmania, Vikingmania. Namun jika bicara Jember harus Berni,” tegasnya. Dirinya mengaku kuat sekali keegosentrisan dari masing-masing kelompok suporter di Jember ini. Jadi semua harus disamaratakan jika sudah berbicara Jember.

Dirinya dibantu oleh Anton Macan selaku Sekjend dan Syaiful Hadi sebagai Bendahara serta Ketua Harian Ridwan Suroyo mengatur suporter ini. Kini mereka memiliki 35 korwil yang membawahi banyak suporter dan kelompok. Meskipun banyak kelompok yang pro kanan kiri, diakuinya, harus bisa meredam ego ini demi Jember. Banyak suka duka mengendalikan suporter ini, apalagi bertahan hingga tujuh tahun.

Benteng Terakhir Menyelamatkan Persid

Tanpa Berni, Mungkin Persid Jember sudah mati. Kata sarkastik, namun relevan menggambarkan bagaimana Berni sangat berjasa menyelamatkan Persid hingga kini. Perjuangan itu sudah dilakukan sejak 2014. Dimana saat Agus Riski diminta untuk menyelamatkan Persid Jember yang hendak mengarungi kompetisi Divisi Dua Liga Indonesia.

“Saat itu Persid baru ditinggal Ketua lama, dua hari jelang kompetisi,” tuturnya. Tentu saja, pihaknya kalang kabut menyiapkan Persid menghadapi kompetisi. Dengan segala upaya Berni pun melakukan penggalangan dana. Dirinya berhasil mengarungi kompetisi dengan tuntas tanpa hutang sama sekali.

“Seharusnya tidak terdegradasi. Namun, karena Persid tidak menjalani away perdana ke Persibo Buol Sulawesi Tengah kita dikurangi tiga poin,” ucapnya. Persid Jember pun harus masuk ke jurang degradasi dan berlaga ke divisi tiga. 

Hal yang sama terjadi tahun 2016, saat Agus ditunjuk menjadi Ketua Umum Persid. Dirinya bisa menyelesaikan seluruh pertandingan di kompetisi nasional yang diarungi. “Semua lunas. Gaji pemain, Perlengkapan, Catering sudah tidak ada hutang,” tegasnya. Padahal, tahun lalu anggaran APBD Jember tidak cair untuk Persid.

Tahun ini, diakuinya bisa mengarungi kompetisi namun tidak akan bisa mencapai prestasi maksimal jika tanpa sokongan APBD. Agus bersama dengan Fathoni selaku sekretaris dan Syaiful Hadi bendahara tetap bahu membahu. Dirinya pun berharap juga agar Bupati Jember dan DPRD bisa bersatu untuk kemajuan seluruh sektor di Jember. “Eksekutif dan legislatif harus wawoh (saling sapa). Agar membawa kemajuan untuk Jember.,” pungkasnya.

(jr/ram/har/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia